Pergantian pucuk pimpinan Polri dalam reshuffle pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan berbeda dari dua tokoh.

Eks Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu, menyambut pergantian Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dengan Komjen Pol Suyudi Ario Seto. Said Didu terlebih dahulu merespons pergantian Kapolri dengan menyampaikan apresiasi. Ia secara khusus menyoroti perubahan kepemimpinan di tubuh Polri tersebut.

Alhamdulillah Kapolri diganti,”

tulis Said Didu yang dikutip dari akun X pribadinya, Kamis, 1 Oktober 2026.

Said kemudian menyoroti sejumlah agenda penegakan hukum yang dinilainya penting untuk menjadi perhatian di bawah kepemimpinan Kapolri Suyudi. Ia menyebut pemberantasan judi online, narkoba, dan penipuan online sebagai program yang perlu diperkuat.

Program bagus. Judol, narkoba, dan penipuan online sangat penting diberantas,”

ucapnya.

Selain itu, Said secara khusus menitipkan persoalan pemberantasan praktik yang disebutnya sebagai passobis dan narkoba di Sulawesi Selatan. Ia menyoroti wilayah Sidrap dan Pinrang sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian.

Titip untuk tangkap Passobis dan narkoba di Sulsel (terutama Sidrap dan Pinrang),”

tuturnya.

Pilihan EditorRika Pangesti

Suyudi Diperingatkan, Polri Harus Jadi Alat Negara Bukan Alat Kekuasaan

Menteri Juga Harus Ganti

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyoroti reshuffle dari sudut pandang berbeda. Deddy mempertanyakan langkah pergantian sejumlah pejabat apabila tidak disertai dengan pergantian menteri yang menurutnya tersangkut pusaran korupsi.

Kenapa nggak sekalian menteri-menteri yang tersangkut pusaran korupsi juga diganti?,”

ujar Deddy.

Anggota Komisi II DPR RI itu kemudian mendorong agar proses pergantian pejabat tersebut dilakukan secara menyeluruh. Buat Deddy, langkah bersih-bersih dalam pemerintahan tidak berhenti pada sejumlah posisi saja.

Sekalian tuntas bersih-bersihnya!!!,”

harapnya.

Pergantian Kapolri menjadi salah satu bagian dari reshuffle yang dilakukan Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), sedangkan Listyo Sigit kini menempati posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Selain pucuk pimpinan Polri, Prabowo pada hari yang sama melantik sejumlah pejabat lain, termasuk Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri, Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, serta Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.