Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional JPPI Ari Hardi menyoroti potensi dampak Kegiatan Kepemimpinan dan Kepemudaan Republik Indonesia (KKRI) terhadap iklim pendidikan, kebebasan siswa, dan keberagaman di sekolah.
Ari mengatakan dampak KKRI perlu dibahas secara terbuka dan tidak hanya dilihat dari narasi mengenai kedisiplinan maupun nasionalisme. Kebijakan yang memperkenalkan struktur pembinaan tertentu ke lingkungan sekolah berpotensi mengubah hubungan antara guru, siswa, pembina, hingga pihak eksternal.
“Apabila pelaksanaan KKRI menempatkan keseragaman dan kepatuhan sebagai nilai dominan, terdapat risiko bahwa siswa menjadi enggan menyampaikan pendapat, mempertanyakan instruksi, atau melaporkan perlakuan yang tidak sesuai,”
kata Ari kepada Owrite.id, dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi budaya sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa untuk berdialog dan menyampaikan pendapat.






