Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto memberikan nilai 6,5 terhadap kinerja Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama menjabat Kapolri.

Menurut Bambang, penilaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja, tetapi masih terdapat pekerjaan rumah yang belum tuntas, terutama dalam penegakan hukum.

Catatan yang paling besar dan menjadi PR sampai saat ini terkait dengan tugas pokok dan fungsi yang terakhir, dan ini sangat vital, yaitu penegakan hukum,”

kata Bambang kepada Owrite, Minggu, 4 Oktober 2026.

Bambang menilai persoalan penegakan hukum masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Polri hingga berakhirnya masa kepemimpinan Listyo Sigit.

Menurutnya, masih terdapat banyak persoalan yang membutuhkan penyelesaian.

Penegakan hukum ini masih banyak PR yang harus diselesaikan, yang belum tuntas sampai saat ini,”

jelasnya.

Memimpin Polri

Atas kondisi tersebut, Bambang memberikan penilaian terhadap kinerja Listyo Sigit selama memimpin Polri.

Penilaian itu disampaikannya setelah Listyo tidak lagi menjabat Kapolri dan posisi tersebut kini diisi Suyudi Ario Seto.

Terakhir saya memberikan nilai 6,5. Belum lulus KKM. Sudah lumayan naik, tetapi masih jauh dari harapan,”

tegasnya.

Meski memberikan penilaian tersebut, Bambang mengatakan masyarakat juga tidak realistis apabila menuntut kesempurnaan dalam kinerja Polri. Buat dia, angka delapan sudah mencerminkan capaian yang baik.

Karena harapan masyarakat, angka 100 tidak mungkin. Delapan itu sudah bagus,”

tutupnya.

Penilaian Bambang tersebut menjadi salah satu catatan terhadap berakhirnya masa kepemimpinan Listyo Sigit sekaligus tantangan bagi Suyudi Ario Seto yang kini memimpin Polri.

Presiden Prabowo resmi melantik Suyudi sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026. 

Dengan pergantian pucuk pimpinan tersebut, persoalan penegakan hukum yang disebut Bambang masih belum tuntas menjadi salah satu isu yang akan dihadapi kepemimpinan baru Polri.