Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan ada ancaman terhadap pejabat dan keluarganya saat menangani kasus kejahatan, seperti penindakan penertiban kawasan hutan, pemberantasan korupsi, penyelundupan, narkotika, hingga kejahatan lain yang menyebabkan kerugian negara.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan uang dari Kejaksaan Agung dan Satgas PKH kepada Kementerian Keuangan untuk kas negara sebesar Rp13.241.335.681.910,13.
“Saya tahu bahwa ada saudara-saudara yang diancam, digertak. Tidak hanya saudara, keluarga saudara juga diancam, saya paham,”
kata Prabowo di Kejagung, Selasa, 6 Oktober 2026.
Meski begitu, dia mengaku salut terhadap jajaran pemerintah yang tetap bertahan meski banyak mendapat ancaman. Dia meminta anak buahnya tidak gentar dan tetap melaksanakan tugas.
“Saya menghargai saudara-saudara tidak mundur, tidak gentar, tidak menyerah,”
ucap dia.
Lawan
Eks Menteri Pertahanan itu berkata pemerintah tengah gencar menindak para pihak yang menikmati praktik korupsi, berlaku curang, hingga menjarah kekayaan negara.
Kelompok tersebut, kata dia, memiliki kekuatan dan tidak tinggal diam saat pemerintah sedang menegakkan aturan.
“Tiap kali ada unsur-unsur kepemimpinan di bangsa ini yang ingin melawan korupsi, penyelundupan, penyebaran narkotika, penipuan, perampokan kekayaan negara, tiap kali kami menghadapi perlawanan yang tidak ringan,”
ujar Prabowo.
Presiden memberikan pilihan kepada jajaran pemerintah yang tidak kuat mengemban tugas tersebut untuk mundur. Sebab dia meyakini, penegakkan aturan berada di jalan yang benar.
“Silakan saudara nonton atau kalau saudara pun mau bergabung dengan kelompok yang menjarah kekayaan (Indonesia), kalau saudara mau lebih setia kepada kekuatan-kekuatan itu, silakan,”
kata dia.
Presiden Prabowo kembali menegaskan, melawan korupsi dan kejahatan kekayaan negara merupakan pilihan yang berani karena berpihak pada kebanaran, keadilan, dan kejujuran.
“Tantangan ini selalu ada, kita (pemerintah) paham itu. Pilihannya adalah pada diri. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau menyerah kepada kekuatan yang serakah?”
tegas dia.






