Presiden Prabowo Subianto menyoroti keterbatasan jumlah polisi hutan yang bertugas menjaga kawasan hutan Indonesia.
Menurutnya, puluhan juta hektare hutan saat ini harus diawasi oleh jumlah polisi hutan yang masih terbatas. Saat ini, Indonesia hanya memiliki sekitar 4.500 polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan yang luasnya mencapai puluhan juta hektare.
Kalau tidak salah, untuk menjaga hutan kita yang puluhan juta hektare, kita hanya punya 4.500 polisi hutan. Menjaga puluhan juta, hanya ada 4.500 polisi hutan,”
kata Prabowo saat menghadiri acara penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara yang dilakukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.
Oleh sebab itu, Prabowo mengatakan dirinya telah mengajukan penambahan jumlah polisi hutan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saya telah mengajukan, APBN kalau tidak salah, tambahan polisi hutan menjadi 70.000 polisi hutan,”
ujar Prabowo.
Dilakukan Bertahap
Prabowo mengakui penambahan personel tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus. Berdasarkan pembahasan anggaran yang disampaikannya, jumlah polisi hutan ditargetkan bertambah secara bertahap.
Menteri Keuangan, tahun depan kita dapat anggaran berapa? Dari 70.000 baru bisa 21.000 tahun 2027. Berarti mungkin 3-4 tahun kita akan sampai 70.000,”
tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kawasan hutan Indonesia, termasuk menghadapi aktivitas ilegal dan kebakaran hutan.
Ia menekankan pemerintah memahami kesulitan yang dihadapi aparat di lapangan dalam menjaga hutan yang berada di wilayah luas dan memiliki kondisi geografis yang beragam.
Saya mantan prajurit, saya tahu kesulitan yang ada di hutan kita, di gunung kita, di rawa kita. Saya faham kesulitan aparat kita,”
urainya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan perbaikan dalam pengamanan dan pengelolaan kawasan hutan.
Ia juga menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari penyelamatan kekayaan negara untuk kepentingan generasi mendatang.







