Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Isu Pergantian Kapolri untuk ‘Jauhkan’ Jokowi dari Prabowo Menguat, Pihak Istana Bilang Begini…

Pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan dan tidak berkaitan dengan upaya mempreteli pengaruh Jokowi.

Presiden Prabowo melantik Jenderal Suyudi Ario Seto (kiri) sebagai Kapolri, 1 Oktober 2026, di Istana Negara.
Presiden Prabowo melantik Jenderal Suyudi Ario Seto (kiri) sebagai Kapolri, 1 Oktober 2026, di Istana Negara. (Tangkapan layat Youtube Sekretariat Presiden)

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto membantah isu yang menyebut pergantian Kapolri dan sejumlah menteri merupakan langkah pemerintah untuk menjauhkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurutnya, pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan dan tidak berkaitan dengan upaya mempreteli pengaruh Jokowi.

Nggak ada. Nggak ada isu mempreteli beritanya nggak benar,”

kata Bambang di Gedung DPR, Senayan, Kamis, 8 Oktober 2026.

Bambang menilai perubahan di sejumlah posisi strategis pemerintahan tidak memengaruhi soliditas pemerintahan Prabowo. 

Iklan

Ia menegaskan pergantian tersebut bukan bagian dari agenda untuk menyingkirkan Jokowi dari lingkar pemerintahan.

Kita tetap solid kok. Tidak ada kaitannya dengan dengan hal mempreteli. Itu itu hanya pergantian biasa saja,”

tuturnya.

Pergantian pejabat tersebut terjadi di sejumlah posisi penting pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Listyo kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Perubahan juga dilakukan Prabowo di jajaran kabinet. Sugiono dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggantikan Pratikno. Pratikno kemudian mendapat posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Rangkaian pergantian tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai arah politik pemerintahan Prabowo, termasuk dikaitkan dengan posisi Jokowi dalam pemerintahan saat ini. 

Namun, Bambang menegaskan perubahan posisi tersebut bukan bagian dari upaya membatasi atau menjauhkan Jokowi dari pemerintahan Prabowo.

Bambang memastikan pergantian pejabat negara tersebut merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Pernyataan itu sekaligus membantah isu bahwa perubahan posisi Kapolri dan sejumlah menteri merupakan langkah untuk mengurangi pengaruh Jokowi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar