“Pada musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat dan tiba-tiba. Hujan lebat dalam waktu singkat, angin kencang, dan petir dapat terjadi meskipun hujan tidak berlangsung sepanjang hari,”
kata Supari kepada Owrite.id, dikutip pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dia mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum beraktivitas, terutama ketika hendak bepergian. Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Siap Siaga
Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang tidak kokoh ketika terjadi hujan lebat, petir, dan angin kencang.
“Selain memantau informasi cuaca, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya dan menghindari tempat-tempat yang berisiko ketika terjadi angin kencang atau hujan disertai petir,”
ujar Supari.
Kesiapsiagaan juga perlu dilakukan di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat disarankan memangkas dahan pohon yang rapuh, memastikan atap rumah terpasang kuat, serta membersihkan saluran air untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk.
Selain ancaman cuaca ekstrem, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan selama masa peralihan musim dengan mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat dengan cukup, dan menjaga kebersihan.
“Musim pancaroba bukan sekadar perubahan dari musim kemarau ke musim hujan, tetapi juga periode ketika kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat. Maka, kesiapsiagaan dan pemantauan informasi cuaca menjadi penting untuk mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem,”
terang Supari.