Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Jangan Terkecoh Langit Cerah, BMKG Ingatkan Cuaca Pancaroba

Selain ancaman cuaca ekstrem, pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan selama masa peralihan musim.

Petugas BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi menjelaskan grafik Prediksi Puncak Musim Hujan saat rilis persiapan musim hujan Provinsi Jambi Tahun 2026 di Jambi, Rabu (7/10/2026).
Petugas BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi menjelaskan grafik Prediksi Puncak Musim Hujan saat rilis persiapan musim hujan Provinsi Jambi Tahun 2026 di Jambi, Rabu (7/10/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang berlangsung cepat selama musim pancaroba.

Pada periode ini hujan lebat dalam waktu singkat, angin kencang, hingga petir berpotensi terjadi meski hujan tidak turun sepanjang hari.

Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim di Direktorat Perubahan Iklim BMKG Supari mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi atmosfer selama masa peralihan musim.

Iklan

“Pada musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat dan tiba-tiba. Hujan lebat dalam waktu singkat, angin kencang, dan petir dapat terjadi meskipun hujan tidak berlangsung sepanjang hari,”

kata Supari kepada Owrite.id, dikutip pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Dia mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebelum beraktivitas, terutama ketika hendak bepergian. Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Siap Siaga

Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang tidak kokoh ketika terjadi hujan lebat, petir, dan angin kencang.

“Selain memantau informasi cuaca, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya dan menghindari tempat-tempat yang berisiko ketika terjadi angin kencang atau hujan disertai petir,”

ujar Supari.

Kesiapsiagaan juga perlu dilakukan di lingkungan tempat tinggal. Masyarakat disarankan memangkas dahan pohon yang rapuh, memastikan atap rumah terpasang kuat, serta membersihkan saluran air untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk.

Selain ancaman cuaca ekstrem, masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan selama masa peralihan musim dengan mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat dengan cukup, dan menjaga kebersihan.

“Musim pancaroba bukan sekadar perubahan dari musim kemarau ke musim hujan, tetapi juga periode ketika kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat. Maka, kesiapsiagaan dan pemantauan informasi cuaca menjadi penting untuk mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem,”

terang Supari.

Iklan