Dirtipidnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan total 24 orang yang ditangkap saat penggerebekan di dua lokasi tersebut. Sementara ada 700 personel Polri dari satuan Brimob, Dalmas, termasuk Direktorat Narkoba tingkat Mabes Polri hingga Polres, serta unsur TNI yang dikerahkan dalam operasi.
“Sementara dalam penyelidikan, dari Kampung Boncos itu ada delapan orang (yang dibekuk), kemudian dari Kampung Ambon ada 16 orang,”
ucap Bismo.
Pada saat operasi berlangsung, khususnya di Kampung Ambon, petugas sempat terlibat kejar-kejaran dengan terduga pelaku. Polisi juga menemukan lapak-lapak semi permanen yang diduga menjadi aktivitas pemakaian narkoba oleh terduga pelaku. Narkoba pun disembunyikan di dalam indekos, ada pula yang disimpan di bagasi motor.
“Kemudian ada banyak bong (alat hisap) di lokasi-lokasi, bong-bong ada yang disewakan. Kemudian korek dan lain sebagainya, ada sabu juga,”
kata Bismo.
Tidak berhenti disitu, polisi turut menyita berbagai senjata tajam yang diduga milik para pelaku seperti panah, busur, dan senjata tajam. Bismo mengatakan para terduga pelaku yang telah ditangkap bakal dites urine. Jika dari mereka ada yang baru pertama kali mengonsumsi narkoba, akan direhabilitasi.
“Kalau pengguna akan direhabilitasi, kami akan pulihkan. Karena mereka adalah korban penyalahgunaan,”
ujar Bismo.
Tidak menutup kemungkinan operasi penggerebekan kampung narkoba juga akan digelar lokasi lain.
“Kami akan berlanjut ke lokasi berikutnya. Kami akan matangkan teknik dan pasukan,”
tutur dia.