Delapan orangutan berhasil diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda habitat mereka. Penyelamatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan hidup orangutan yang terdampak kebakaran di wilayah Kalimantan Barat.
Dikutip dari Instagram @bksda_kalbar, Senin, 12 Oktober 2026, terlihat warga sekitar bersama tim penyelamat bergotong royong mengevakuasi orangutan dari lokasi terdampak. Proses evakuasi dilakukan dengan membawa orangutan melewati jembatan hingga menaiki perahu untuk mendapatkan tindakan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Delapan orangutan yang berhasil dievakuasi kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi masing-masing individu. Tim juga memberikan perawatan kepada orangutan yang ditemukan dalam kondisi kurang sehat akibat terdampak kebakaran dan kondisi habitat yang rusak.
Iklan
Delapan orangutan tersebut terdiri dari tiga induk dan tiga anak, serta dua individu jantan yang masih berada pada usia remaja. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan perawatan, kedelapan orangutan tersebut kemudian dipindahkan ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Pemilihan Hutan Lindung Batu
Orangutan (Foto: PT Pertamina Hulu Indonesia)
Hutan Lindung Batu Nyambu dipilih sebagai lokasi pemindahan karena dinilai memiliki kondisi yang sesuai dengan kebutuhan hidup orangutan. Pemindahan dilakukan agar orangutan dapat kembali berada di habitat yang lebih aman dan memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Upaya penyelamatan tersebut juga melibatkan berbagai pihak. BKSDA Kalimantan Barat bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, serta masyarakat setempat dalam proses evakuasi dan pemindahan orangutan.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelamatan, terutama ketika orangutan harus dievakuasi dari wilayah yang sulit dijangkau.
Amankan Satwa Liar
Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.)
Penyelamatan delapan orangutan tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih besar untuk menangani dampak karhutla terhadap satwa liar di Kalimantan Barat. Kebakaran hutan tidak hanya mengancam kawasan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga dapat menghilangkan habitat dan sumber makanan bagi berbagai satwa yang hidup di dalamnya.
Penyelamatan orangutan dari wilayah terdampak karhutla menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keberadaan satwa yang terancam tersebut. Dengan proses evakuasi, perawatan, hingga pemindahan ke habitat yang lebih aman, orangutan yang terdampak kebakaran diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan di lingkungan yang mendukung kelangsungan hidup mereka.