Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Rapor Dua Tahun Prabowo-Gibran Merah, 67 Persen Publik Stres Lihat Perilakunya

Survei dilakukan terhadap 1.142 responden masyarakat menggambarkan kondisi kebijakan pemerintah dan perilaku Presiden dua tahun memimpin.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) berjalan bersama usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) berjalan bersama usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye)

67 persen masyarakat mengaku stress dengan perilaku Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun menjabat. 75 persen diantaranya, publik menyatakan kena serangan mental karena kebijakan pemerintahan yang dipimpin Prabowo.

Hal itu diungkapkan laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Prabowo-Gibran yang disusun Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama Tim Kabinet Bayangan menyebut.

Survei dilakukan terhadap 1.142 responden masyarakat menggambarkan kondisi kebijakan pemerintah dan perilaku Presiden selama dua tahun memimpin.

Iklan

Tidak hanya itu, 38 persen juga menyatakan mengalami gangguan mental dan fisik 23 persen lainnya mengaku kondisinya tidak baik sama sekali.

Pengangguran Disorot Publik

Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah.
Pencari kerja antre saat mencari informasi lowongan pekerjaan pada kegiatan Job Fair Kendal 2026 di Kendal, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).

Tim Kabinet Bayangan juga menyoroti program pemerintah dalam menangani pengangguran dan lapangan kerja. Hasilnya, 38 persen masyarakat menilai pemerintah buruk dalam menangani hal tersebut.

Tidak berhenti di situ, 24 persen responden memberikan penilaian sangat buruk kepada pemerintah Prabowo.

Ekonomi Makin Membebani

Ketimpangan kota di DKI Jakarta. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)
Ketimpangan kota di DKI Jakarta. (Sumber: Unsplash/Iqro Rinaldi)

Permasalahan ekonomi juga mendapat potret tajam dari masyarakat, sebab hanya 23 persen survei membuktikan sektor tersebut cukup baik.

Meski demikian, 82 persen masyarakat menyatakan pajak dan pungutan yang ditetapkan pemerintah saat ini terlalu membebankan. Hal itu selaras dengan 78 persen publik menilai harga kebutuhan pokok harus diperbaiki.

Kemudian, sebanyak 58 persen lainnya menyoroti lapangan kerja dan perlindungan pekerja.

Iklan