Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Rapor Merah Dua Tahun Prabowo-Gibran, Nilainya 4,7 dan 92% Khawatir Kebijakan Pemerintah

Studi survey dilakukan oleh Kabinet Bayangan dan Celios dengan cara melakukan pengumpulan data sejak 15 September - 9 Oktober 2026.

Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran
Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran/Doc. Owrite/Acel

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka mendapatkan rapor merah pada Oktober 2026. Sejumlah kinerja dan hingga kebijakan menjadi sorotan tajam yang dijalankan Kabinet Merah Putih

Dalam Rapor Kinerja 2 tahun Prabowo-Gibran yang disusun Kabinet Bayangan dan Center of Economic and Law Studies (Celios) memberikan nilai akhir 4,7 menyoroti sejumlah persoalan (skala 1-10).

Dalam rapor tersebut menyoroti sejumlah permasalahan mulai dari pelaksanaan program prioritas, tata kelola pemerintahan hingga kepemimpinan serta komunikasi publik.

Iklan

Kondisi Ekonomi Lebih Buruk

Sejumlah pekerja berada di area ruang produksi yang sudah berhenti operasionalnya selama satu bulan di pabrik PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).
Sejumlah pekerja berada di area ruang produksi yang sudah berhenti operasionalnya selama satu bulan di pabrik PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Makna Zaezar/nz)

Disebutkan, 53 responden menyatakan kondisi ekonomi lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, 92 persen ahli dilaporkan khawatir arah kebijakan kepemimpinan Prabowo.

Rapor tersebut turut menilai penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan masih terjadi. Sebanyak 96 persen responden menilai penanganan karhutla tidak efektif.

Libatkan 1.142 Responden

Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung adanya serangan di media sosial.
Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung adanya serangan di media sosial. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden).

Studi survei yang dilakukan Kabinet Bayangan dan Celios dengan cara melakukan pengumpulan data sejak 15 September – 9 Oktober 2026. Total terdapat 1.142 responden terdiri masyarakat umum dan kalangan ahli.

Pengumpulan data masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads, kemudian diperkuat dengan pembobotan (weighting) untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi acuan. 

Sementara responden ahli yang dilibatkan menggunakan metode snowball sampling, yakni meminta responden awal yang memenuhi kriteria untuk merekomendasikan ahli lain yang relevan dengan topik penelitian.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.