Selain itu ada pula Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono yang mendapat nilai minus 47, kemudian dilanjutkan minus 43 untuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dengan perolehan skor minus 24.
Penilaian kinerja mereka berbanding terbalik dengan Purbaya Yudhi Sadewa saat masih menjabat Menteri Keuangan, ia dianggap merupakan menteri terbaik dengan perolehan nilai 291; di urutan kedua ditempati Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan nilai 140, disusul Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono dengan skor 127.
Pemeringkatan disusun berdasarkan hasil survei 994 responden masyarakat umum oleh Celios selama tahun 2026.
Andal?
Walaupun ketiga menteri tersebut mendapat catatan buruk di masyarakat, Presiden Prabowo tetap mempertahankan sebagai menteri andalan, bahkan di antaranya mendapat jabatan lebih mentereng. Sebut saja Bahlil, selain menjadi Menteri ESDM kini ia menjabat Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Padahal banyak permasalahan yang belum berhasil Bahlil benahi, seperti proyek transisi energi yang hingga kini masih ketergantungan pada energi fosil. Belum lagi permasalahan proyek-proyek pemerintah Pemicu konflik lahan yang melanggar hak masyarakat adat.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan Purbaya—yang mendapatkan skor tertinggi menteri—malah didepak Prabowo.
Sudut Pandang
Survei yang dilakukan Kabinet Bayangan dan Celios dengan cara mengumpulkan data sejak 15 September hingga 9 Oktober 2026. Total terdapat 1.142 responden terdiri masyarakat umum dan kalangan ahli.
Pengumpulan data masyarakat umum menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads, kemudian diperkuat dengan pembobotan untuk menyesuaikan komposisi sampel dengan karakteristik populasi acuan.
Sementara responden ahli yang dilibatkan menggunakan metode snowball sampling, yakni meminta responden awal yang memenuhi kriteria untuk merekomendasikan ahli lain yang relevan dengan topik penelitian.
Rapor kinerja Kabinet Merah Putih memperoleh nilai rata-rata 2,9 dari 10 menurut ahli dan 4,7 dari 10 menurut masyarakat umum, yang mencerminkan kerendahan persepsi terhadap kinerja dua tahun
pemerintahan Prabowo dan Gibran.