Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

16.971 Personel Dikerahkan, Pemadaman Karhutla di Kalteng-Sumsel Masih Alot

Pemerintah mengerahkan ribuan personel gabungan dan sejumlah alat utama sistem persenjataan untuk mempercepat pemadaman di kedua provinsi.

Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026).
Seorang warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.)

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan pihaknya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan karena kondisi kebakaran yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

“Penekanan dua provinsi tersebut karena kondisi karhutla yang buruk, sehingga mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,”

kata Berton dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Upaya yang Belum Padam

Hingga Rabu, 14 Oktober, penanganan di Kalteng mencapai 7,8 hektare lahan gambut dan 513,89 hektare lahan mineral. Luas lahan mineral yang ditangani mencakup wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. 

Kemudian, pemerintah mengerahkan ribuan personel gabungan dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mempercepat pemadaman di kedua provinsi. 4.686 personel gabungan bertugas di Kalteng, sedangkan di Sumsel terdapat 12.285 personel. Enam helikopter juga disiagakan untuk operasi pengeboman air (water-bombing) di Kalteng dan lima unit di Sumsel.

Iklan

Pada Rabu, Satgas Udara di Kalteng melaksanakan enam sorti water-bombing dan dua sorti operasi modifikasi cuaca (OMC). Sementara di Sumsel, operasi udara mencakup lima sorti water-bombing dan dua sorti OMC.

Namun, upaya pemadaman melalui udara menghadapi kendala jarak pandang rendah yang membatasi operasional helikopter. Dalam kondisi tersebut, Pos Komando mengutamakan pemadaman melalui jalur darat.

“Dalam kondisi ini, Pos Komando mengutamakan operasi darat dibandingkan udara karena jarak pandang rendah membatasi operasional helikopter water-bombing,”

ujar Berton

Demi mendukung OMC, BNPB menyesuaikan strategi melalui pemindahan bandara operasional. Di Kalteng, OMC menggunakan Bandara Syamsudin Noor, Tjilik Riwut, dan Pangkalan Bun. Adapun di Sumsel, operasi berbasis di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Pelaksanaan OMC juga bergantung pada pertumbuhan awan hujan, sementara hujan yang turun sejauh ini masih ringan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.