Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan pihaknya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan karena kondisi kebakaran yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Penekanan dua provinsi tersebut karena kondisi karhutla yang buruk, sehingga mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,”
kata Berton dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Upaya yang Belum Padam
Hingga Rabu, 14 Oktober, penanganan di Kalteng mencapai 7,8 hektare lahan gambut dan 513,89 hektare lahan mineral. Luas lahan mineral yang ditangani mencakup wilayah Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.
Kemudian, pemerintah mengerahkan ribuan personel gabungan dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mempercepat pemadaman di kedua provinsi. 4.686 personel gabungan bertugas di Kalteng, sedangkan di Sumsel terdapat 12.285 personel. Enam helikopter juga disiagakan untuk operasi pengeboman air (water-bombing) di Kalteng dan lima unit di Sumsel.






