Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BNPB Beberkan Alasan Jepang Akhiri Bantuan Karhutla di Kalimantan

Kerja sama tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperkuat koordinasi dan kapasitas penanggulangan bencana kedua negara.

Sejumlah personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan menaiki tangga kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan menaiki tangga kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026). (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi berakhirnya bantuan Pemerintah Jepang dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pengakhiran misi tersebut disebut telah sesuai dengan durasi penugasan yang disepakati.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan mekanisme penerimaan hingga pengakhiran bantuan internasional dalam keadaan darurat bencana dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan BNPB Nomor 6 Tahun 2018.

“Berdasarkan informasi dalam dokumen resmi yang disampaikan, durasi operasi ditetapkan selama 14 hari, yaitu pada 16–29 September 2026,”

kata Berton dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Berakhirnya periode penugasan tersebut diikuti dengan penyampaian pengakhiran misi dan laporan pelaksanaan operasi melalui komunikasi resmi kedua negara. Penyelesaian administrasi, pelaporan, dan evaluasi bantuan selanjutnya juga dilaksanakan sesuai ketentuan.

Iklan

Putus

berdasarkan siaran pers Kementerian Pertahanan Jepang pada 29 September 2026, Pemerintah Jepang memutuskan mengakhiri kegiatan bantuan penanggulangan bencana internasional di Indonesia setelah mengoperasikan helikopter CH-47 untuk pemadaman karhutla sejak 16 September 2026.

Pemerintah Jepang menyatakan operasi tersebut turut membantu mencegah perluasan kebakaran dan menilai penanganan selanjutnya dapat dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

BNPB menilai kerja sama tersebut menjadi pengalaman penting untuk memperkuat koordinasi dan kapasitas penanggulangan bencana kedua negara.

Di tengah berakhirnya misi bantuan Jepang, pemerintah memastikan upaya pengendalian karhutla tetap berlangsung dengan mengerahkan sumber daya nasional melalui operasi darat maupun udara, dengan prioritas pada pemadaman kebakaran dan perlindungan masyarakat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.