Candu
Suyudi mengibaratkan kondisi saat ini seperti Perang Candu (Peperangan Opium)— dua konflik militer pada pertengahan abad ke-19 antara Tiongkok di bawah Dinasti Qing melawan kekuatan Barat (terutama Britania Raya dan Prancis) yang dipicu oleh sengketa perdagangan candu—yang meruntuhkan dua kekuatan besar dunia akibat ketergantungan zat adiktif.
Situasi tersebut tengah terjadi, dengan peredaran narkoba yang bertransformasi dari bentuk padat menjadi cair. Sisi lain, Suyudi menyambut baik langkah MUI Provinsi Jawa Timur yang telah menerbitkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2026 yang mengharamkan penggunaan vape sebagai sarana konsumsi narkotika, psikotropika, dan zat terlarang lainnya, serta mengharamkan konsumsi vape bagi kelompok rentan dan di fasilitas umum.
Dia berharap langkah itu juga dilakukan MUI Pusat dengan mengeluarkan fatwa dan rekomendasi keagamaan serupa guna memperkuat pertahanan moral dan hukum bagi umat Islam di Indonesia.
“Saya terima kasih (kepada) MUI Jawa Timur sudah melarang vape. Mudah-mudahan nanti MUI Pusat juga melarang total vape. Mohon dukungannya Pak Kiai, Pak Ketua,”
kata Suyudi.
Malapetaka
Suyudi juga mengusulkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto ihwal pelarangan total rokok elektronik dan telah mendapat sambutan positif. Hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan di 90 negara dunia, termasuk negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam yang tegas melarang operasional vape menyeluruh.
Keberadaan fatwa MUI melarang penggunaan vape dan regulasi resmi dari pemerintah dapat memperkuat benteng menyelamatkan generasi muda Indonesia dari jeratan narkotika dan ancaman bahaya kesehatan jangka panjang.
“Saya yakinkan ini adalah salah satu sumber malapetaka di era sekarang,”
tegas eks Wakapolda Metro Jaya itu.
Tindak Lanjut
Usulan itu disambut Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh yang mengatakan para ulama bakal membahas larangan penggunaan vape.
“Kapolri, saat kunjungan silaturahmi ke MUI, menyampaikan bahaya vape. MUI akan menindaklanjutinya dalam pembahasan mendalam dengan berbagai pendekatan,”
ucap Ni’am.
Adapun dalam pertemuan ini turut dihadiri,Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H. Misbahul Ulum, serta Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis, Buya Anwar Abbas, dan KH Marsudi Syuhud.
Sementara Jenderal Suyudi turut didampingi Kabaintelkam Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti, Kabaharkam Komjen Pol Herry Heryawan, Kabareskrim Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto, Kadiv Propam Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, dan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.