Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Driver Ojol Keluhkan Potongan Promo Aplikasi, Order Ramai Belum Tentu Untung

Informasi soal tarif dan potongan sebaiknya bisa dilihat dengan mudah oleh pengemudi sebelum atau saat program promo berlaku.

Ilustrasi Ojek Online. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)
Ilustrasi Ojek Online. (Sumber: Unsplash/Afif Ramdhasuma)

Pengesahan undang-undang terkait perlindungan pekerja menjadi momentum bagi pengemudi ojek online (ojol) untuk menyoroti persoalan pendapatan, termasuk potongan dalam program promo aplikasi. Mereka berharap aturan tersebut juga memberi kejelasan soal siapa yang menanggung biaya diskon agar penghasilan driver tidak tergerus. 

Salah satunya adalah pengemudi ojek online (ojol) bernama Regi yang mengaku resah dengan ketidakjelasan soal potongan harga dan siapa yang menanggung biaya promo tersebut.

Ia mengatakan promo bisa menguntungkan driver kalau membuat order lebih ramai. Namun, dia berharap aturan soal potongan dalam program promo dijelaskan dengan terang.

Iklan

Kalau promo bikin order ramai, ya bagus. Tapi kita juga perlu tahu, potongannya dari mana dan siapa yang nanggung. Jangan sampai order banyak, tapi penghasilan yang kita terima malah enggak sesuai,”

kata Regi kepada Owrite. 

Driver Butuh Info Uang Promo

Seorang pengemudi ojek daring (ojol) menunjukkan riwayat pendapatannya di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/6/2026).
Seorang pengemudi ojek daring (ojol) menunjukkan riwayat pendapatannya di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (29/6/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/hma)

Menurut dia, driver perlu tahu berapa uang yang akan diterima dari pesanan yang menggunakan promo. Dengan begitu, pengemudi bisa memperkirakan pendapatan yang didapat setelah potongan diterapkan.

Pasalnya, banyaknya order belum tentu membuat penghasilan bersih ikut naik. Pengemudi masih harus mengeluarkan uang untuk bensin, servis motor, dan kebutuhan lain selama bekerja.

Kalau dihitung jumlah order saja memang kelihatannya banyak. Tapi kan kita masih keluar uang buat bensin dan lainnya. Jadi, penghasilan yang masuk itu juga harus dilihat,”

ujarnya.

Hal serupa dirasakan oleh Agung, pengemudi ojol paruh waktu yang tinggal di Jakarta Timur. Menurut dia, program promo tidak menjadi masalah selama perhitungannya jelas dan tidak membuat driver bingung saat menerima pembayaran.

Promo sih enggak masalah, apalagi kalau bisa bikin order tambah ramai. Cuma harus jelas juga diskonnya itu ditanggung siapa, perusahaan, pelanggan, atau driver,”

katanya.

Aplikator Harus Terbuka

Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia sepakat untuk menurunkan potongan atau komisi aplikator menjadi sebesar delapan persen untuk pengemudi ojek online yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026, sebelumnya angka potongan atau komisi yang diterapkan oleh aplikator itu sekitar 20 persen yang artinya para pengemudi hanya mendapatkan 80 persen dari jasa layanan transportasi itu. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijay
Sejumlah pengemudi ojek online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026). PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia sepakat untuk menurunkan potongan atau komisi aplikator menjadi sebesar delapan persen untuk pengemudi ojek online yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026, sebelumnya angka potongan atau komisi yang diterapkan oleh aplikator itu sekitar 20 persen yang artinya para pengemudi hanya mendapatkan 80 persen dari jasa layanan transportasi itu. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijay

Agung mengatakan informasi soal tarif dan potongan sebaiknya bisa dilihat dengan mudah oleh pengemudi sebelum atau saat program promo berlaku. Dengan begitu, driver bisa memperkirakan berapa pendapatan yang akan diterima dari setiap pesanan.

Ia berharap perusahaan aplikasi bisa memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai tarif, diskon, dan potongan yang berlaku. 

Jadi biar driver tahu apakah pesanan yang diambil sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan selama narik,”

tandasnya. 

Iklan