KPK menahan lima tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Bima Setiawan, Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian, dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang terungkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT). (Sumber: Antara Foto/Fauzan/kye)
Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bima Setiawan harus berurusan dengan aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bima merupakan adik mantan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Mirisnya, Bima bersama empat orang lainnya terlibat korupsi pengadaan barang dan jasa dana darurat yang disiapkan untuk kebencanaan di lingkungan BNPB.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut, dana darurat kebencanaan itu menjadi objek rasuah Bima cs untuk kantong pribadinya sejak tahun 2022.
Iklan
Diindikasikan bahwa selama beberapa tahun, mungkin saya sebut dari 2022 sampai sekarang ya, 2026 ini ya, atau mungkin 2023. Berapa yang ya mungkin digunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadinya,”
kata Ketua KPK Setyo Budiyanto ke awak media, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Setyo, penggunaan dana darurat bencana itu memiliki nominal yang cukup besar. Meski begitu, KPK masih mendalami hal itu termasuk aliran uang pembayaran yang dilakukan dari pihak BNPB kepada para penyedia jasa.
Terinformasi bahwa badan ini anggarannya cukup besar, ya, bisa dibilang anggaran taktisnya juga besar,”
ungkap dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Owirte.id dari catatan BNPB bencana besar kerap terjadi di berbagai daerah mulai dari gempa bumi, longsor, erupsi gunung api sejak tahun 2022 hingga 2026.
Gempa Tektonik Guncang Cianjur 2022
Ilustrasi Jalan Rusak akibat Gempa Bumi. (Sumber: Unsplash/ Anastasia R.)
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2026. Saking dahsyatnya gempa bumi itu memakan lebih 602 korban jiwa serta ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Meski magnitudonya terbilang moderat, pusat gempa tergolong sangat dangkal menyebabkan puluhan ribu bangunan dan memicu tanah longsor.
Gempa bumi berkekuatan 6,1 magnitudo juga terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat pada 25 Februari 2022. Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan bangunan, dan pengungsian warga.
Banjir bandang juga terjadi di wilayah Papua dan Banten. Pada Januari 2022 Kota Jayapura, banjir bandang menelan delapan korban jiwa dan berdampak pada puluhan ribu warga.
Sementara di Kota Serang Banten, menyebabkan korban jiwa memaksa ribuan warga mengungsi bencana tersebut.
Berdasarkan data BNPB, 3.531 kejadian bencana alam terjadi sepanjang 2022. Sepanjang tahun, bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem masih mendominasi kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Erupsi Marapi yang Menewaskan 23 Pendaki
Erupsi Gunung (Foto: X/ @NaraSenyap)
Di tahun 2023, BNPB mengungkapkan adanya 5.400 bencana alam mengguncang Indonesia. Bencana alam terdiri dari cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi.
Peristiwa yang menyita perhatian publik saat itu yakni erupsi Gunung Marapi pada 3 Desember 2023. Insiden itu bertepatan dengan puluhan pendaki masih berada di kawasan gunung.
Letusan gunung aktif menyebabkan kolom abu vulkanik membumbung langit hingga 3.000 meter di atas puncak gunung. 23 pendaki dilaporkan meninggal dunia karena bencana alam itu.
Bencana lain yang mematikan yakni peristiwa tanah longsor terjadi di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, 6 Maret 2023.
Tepatnya, bencana longsor menimpa pemukiman warga di Kecamatan Serasan. Material tanah dan lereng menelan rumah warga. Bencana itu mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan warga dipaksa mengungsi.
Banjir Lahar Dingin Sumatera Barat hingga Erupsi Gunung Ruang Tahun 2024
Banjir dan longsor di kawasan obyek wisata Guci. (Foto Istimewa)
Memasuki 2024, masyrakat Indonesia dihadapi banyak bencana alam besar yang berdampak pada kehidupan. Salah satu peristiwa yang menonjol yakni banjir bandang dan lahar dingin menerjang Sumatera Barat pada 11 – 12 Mei 2024.
Sejumlah wilayah yang terdampak diantaranya Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan kawasan sekitar Padang Panjang.
Akibatnya, material terdiri dari lumpur, pasir, batu, dan air menghantam pemukiman warga dan infrastruktur. Rumah rusak, jalan terdampak.
Peristiwa alam yang menggemparkan lain terjadi pada April 2024. Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mengalami erupsi besar yang diakibatkan aktivitas gunung vulkaniknya yang meningkat.
Kemudian erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan aktivitas erupsi pada November 2024. Kejadian itu pun menyebabkan korban jiwa dan ribuan warga terpaksa meninggalkan kediamannya.
Bencana alam lain yang terjadi diantar banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor dan lain sebagainya. BNPB mencatat ada 3.472 kali kejadian bencana.
Banjir dan Longsor di Pulau Sumatera 2025
Foto udara pekerja mengoperasikan alat berat saat membersihkan sampah kayu akibat banjir bandang dan longsor di Hutanabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (24/12/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr)
Pada tahun 2025, masyarakat Indonesia berhadapan dengan bencana yang memberatkan. Bencana yang mendapat perhatian yakni banjir disertai longsor di pulau Sumatera.
Bencana terjadi meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, menyebabkan permukiman warga dan infrastruktur rusak berat.
Sejumlah akses transportasi turut terganggu karena terputus. BNPB melaporkan, total 1.157 orang meninggal dunia sementara 165 orang dinyatakan hilang.
Secara keseluruhan, bencana alam pada tahun 2025 tercatat 3.233 kejadian terdiri dari banjir, cuaca ekstrem, karhutla, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, gelombang pasang, letusan gunung api, dan tsunami.
Bencana Masih Berlanjut di Tahun 2026
Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Belum selesai tahun 2026, banyak peristiwa alam yang menonjol yang hingga kini masih berlangsung, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Bencana alam lainnya tidak terlepas dari gempa bumi, banjir, hingga erupsi gunung api. Dari catatan BNPB, ada 1.730 kejadian bencana sejak Januari hingga September 2026.
Peristiwa yang menarik perhatian yakni gempa bumi berkekuatan 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus. Sedikitnya gempa itu telah menewaskan 53 orang, 130 orang luka-luka.
Bencana lain erupsi Gunung Anak Krakatau, dimana sebaran abu vulkaniknya mengganggu hingga penutupan sementara delapan bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.
Disamping itu, kejadian Karhutla juga menjadi ancaman serius dan merupakan ancaman serius. Hingga Oktober 2026, kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi penanganan di sejumlah wilayah.