Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Islah Bahrawi Sentil Karhutla: Benarkah Sengaja Dibakar demi Lahan Sawit?

Islah Bahrawi menduga karhutla memang sengaja dilakukan untuk membuka lahan sawit dengan biaya murah. Ia menilai kebakaran hutan yang berulang perlu ditelusuri penyebabnya.

Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi. (Foto; Owrite)
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi. (Foto; Owrite)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas menuai kritikan dari berbagai pihak, salah satunya dari pengamat sosial politik Islah bahrawi.

Ia menduga kebakaran yang ada saat ini bukan karena kemarau, melainkan memang disengaja untuk membuka lahan perkebunan sawit dengan biaya yang lebih murah.

Kalau menurut saya, kebakaran hutan yang terjadi sebenarnya bukan kebakaran ya, dibakar,”

kata Islah kepada Owrite pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Karhutla Terburuk di Indonesia

Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026).
Petugas beristirahat sejenak saat pemadaman kebakaran lahan gambut di Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (2/9/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye)

Islah menilai karhutla tahun ini merupakan yang terburuk dibandingkan kejadian sebelum-sebelumnya. Ia menyoroti adanya dugaan praktik pembakaran hutan yang disengaja untuk pembukaan lahan perkebunan.

Iklan

Menurutnya pembakaran merupakan cara untuk menekan biaya pembersihan lahan atau ground cleaning.

Islah bahkan mengaitkan persoalan karhutla dengan kebijakan pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biosolar.

Ini kan pasti berbanding lurus, kebakaran hutan ini berbanding lurus dengan pembukaan lahan hutan untuk kebun sawit, misalnya. Pembakaran ini memang untuk menakan biaya,”

ungkapnya.

Apalagi adannya dugaan semakin luas lahan yang dibakar, semakin besar pula potensi pembukaan lahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biosolar.

Semakin Luas Dibuka, Semakin Besar Kebakaran Hutan

Ia menilai, semakin luas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar, semakin besar pula potensi kebakaran hutan.

Namun, dugaan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab.

Jika praktik pembakaran lahan terus terjadi, dampaknya tidak hanya mengancam kelestarian hutan, tetapi juga memperburuk pencemaran udara akibat asap yang menyebar ke wilayah terdampak.

Iklan