Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Terungkap! Ribuan Sumber Titik Asap Berasal dari 20 Entitas Konsesi PBPH, PT Bumi Mekar Hijau Tertinggi

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari analisis Greenpeace Indonesia dan Pantau Gambut mengenai sebaran sumber asap karhutla pada 2026.

Foto udara asap membubung di lahan gambut yang terbakar di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (3/9/2026).
Foto udara asap membubung di lahan gambut yang terbakar di Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (3/9/2026). ( ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.)

Greenpeace Indonesia bersama Pantau Gambut mengidentifikasi 6.811 titik sumber asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia selama periode 8 Agustus hingga 1 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 970 titik berada di dalam 120 konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), sedangkan 980 titik lainnya berada di dalam 233 konsesi perkebunan kelapa sawit.

Dalam daftar entitas konsesi PBPH dengan titik sumber asap terbanyak, PT Bumi Mekar Hijau menempati urutan pertama dengan 213 titik.

Iklan

Analisis Greenpeace menunjukan dari 6.811 titik sumber asap yang teridentifikasi pada 8 Agustus hingga 1 Oktober 2026, terdapat 970 titik sumber asap berada di dalam 120 konsesi PBPH dan 980 titik berada di dalam 233 konsesi perkebunan kelapa sawit,”

tulis Greenpeace dalam laporannya yang dipublikasikan melalui Instagram, dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.

Berdasarkan lembar fakta kebakaran hutan dan lahan Indonesia 2026 yang diterbitkan Greenpeace Indonesia dan Pantau Gambut, titik sumber asap juga ditemukan di kawasan hidrologis gambut dan lahan yang pernah terbakar.

Sebanyak 3.557 titik berada di 141 Kawasan Hidrologis Gambut (KHG), sementara 2.719 titik ditemukan di areal yang pernah terbakar pada periode 2015–2023.

Data tersebut memetakan keberadaan titik sumber asap di berbagai jenis kawasan dan konsesi. Keberadaan titik di dalam wilayah konsesi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa pemegang konsesi melakukan pembakaran.

20 Entitas Konsesi PBPH dengan Titik Sumber Asap Terbanyak

PT Bumi Mekar Hijau mencatat jumlah titik sumber asap terbanyak dalam daftar 20 entitas konsesi PBPH selama periode 8 Agustus – 1 Oktober 2026, yakni 213 titik dengan durasi 29 hari.

Berikut daftar lengkap berdasarkan data yang dipublikasikan:

  1. PT Bumi Mekar Hijau – 213 titik sumber asap, durasi 29 hari.
  2. PT Mohairson Pawan Khatulistiwa – 66 titik, durasi 12 hari.
  3. PT Selaras Inti Semesta – 41 titik, durasi 6 hari.
  4. PT Hutan Ketapang Ind (d.h. Kertas Basuki R) – 36 titik, durasi 10 hari.
  5. PT Hutan Lestari Raya – 32 titik, durasi 14 hari.
  6. PT Plasma Nuftah Marind Papua – 31 titik, durasi 11 hari.
  7. PT Hermes Sugar Indonesia – 26 titik, durasi 10 hari.
  8. PT Mayawana Persada – 26 titik, durasi 7 hari.
  9. PT Inhutani I Unit Pulau Laut (Semaras) – 22 titik, durasi 11 hari.
  10. PT Rimba Makmur Utama – 21 titik, durasi 5 hari.
  11. PT Teluk Bintuni Mina Agro Karya – 18 titik, durasi 8 hari.
  12. PT Arfak Indra – 17 titik, durasi 9 hari.
  13. PT Ciptamas Bumi Subur – 17 titik, durasi 3 hari.
  14. PT Sumatera Alam Anugerah – 17 titik, durasi 8 hari.
  15. PT Baratama Putra Perkasa – 15 titik, durasi 4 hari.
  16. PT SBA Wood Industries – 14 titik, durasi 5 hari.
  17. PT Buana Megatama Jaya – 14 titik, durasi 10 hari.
  18. PT Paramitra Mulia Langgeng – 14 titik, durasi 10 hari.
  19. PT Rimbun Seruyan – 11 titik, durasi 8 hari.
  20. PT Jaya Bumi Paser – 11 titik, durasi 9 hari.

20 Entitas Konsesi Perkebunan Kelapa Sawit dengan Titik Sumber Asap Terbanyak

Selain konsesi PBPH, Greenpeace juga memetakan 20 entitas konsesi perkebunan kelapa sawit dengan jumlah titik sumber asap terbanyak pada periode yang sama.

PT Mekar Karya Kahuripan berada di urutan pertama dengan 52 titik sumber asap selama 12 hari.

Berikut daftar lengkap entitas konsesi perkebunan kelapa sawit tersebut:

  1. PT Mekar Karya Kahuripan – 52 titik sumber asap, durasi 12 hari.
  2. PT Damai Agro Sejahtera – 48 titik, durasi 11 hari.
  3. PT Sinar Karya Mandiri – 40 titik, durasi 12 hari.
  4. PT Abadi Mulia Sentosa – 32 titik, durasi 10 hari.
  5. PT Arttu Energie Resources – 32 titik, durasi 11 hari.
  6. PT Hardaya Sawit Papua Plantation – 31 titik, durasi 8 hari.
  7. PT Karya Luhur Sejati – 29 titik, durasi 10 hari.
  8. PT Sebukit Inter Nusa – 26 titik, durasi 6 hari.
  9. PT Kayung Agro Lestari – 25 titik, durasi 7 hari.
  10. PT Samora Usaha Jaya – 20 titik, durasi 7 hari.
  11. PT Jalin Vaneo – 19 titik, durasi 11 hari.
  12. PT Menteng Jaya Sawit Perdana – 19 titik, durasi 6 hari.
  13. PT Campang Tiga – 19 titik, durasi 10 hari.
  14. PT Anugerah Palm Indonesia – 18 titik, durasi 6 hari.
  15. PT Sawit Makmur Sejahtera – 17 titik, durasi 4 hari.
  16. PT Russelindo Putra Prima – 14 titik, durasi 8 hari.
  17. Koperasi Tanjung Pawan Mandiri – 12 titik, durasi 4 hari.
  18. PT Proteksindo Utama Mulia – 11 titik, durasi 3 hari.
  19. PT Sinar Fajar Dua Ribu Lestari – 10 titik, durasi 9 hari.
  20. PT Cipta Karsa Kahuripan – 10 titik, durasi 3 hari.

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari analisis Greenpeace Indonesia dan Pantau Gambut mengenai sebaran sumber asap karhutla pada 2026.

Data ini menyoroti keberadaan titik sumber asap di kawasan gambut, konsesi kehutanan, perkebunan kelapa sawit, serta lahan yang pernah terbakar pada tahun-tahun sebelumnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar