Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Asap Karhutla Menjauh dari Jakarta, Sisa ‘Kiriman’ Masih Terdeteksi di Banten

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman (kanan) melakukan demontrasi pemadaman di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman (kanan) melakukan demontrasi pemadaman di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10/2026). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.)

Merujuk pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sisa sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terdeteksi di Pesisir Barat Banten pada ketinggian sekitar 10.000–18.000 kaki atau 3–5,4 kilometer, meski pergerakan mulai menjauh dari wilayah Jawa bagian barat.

Perubahan arah dan pelemahan angin di ketinggian tersebut memengaruhi pergeseran sebaran asap. Sekretaris Utama BMKG Guswanto berujar asap karhutla sempat memasuki wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, keberadaannya berlangsung sesaat.

“Hasil pemantauan citra satelit pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 08.00, 10.00, dan 13.00 WIB menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh secara bertahap,”

ujar Guswanto dalam keterangan yang diterima Owrite.id, dikutip pada Minggu, 18 Oktober.

Pergerakan

Guswanto menegaskan deteksi asap melalui satelit tidak otomatis menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan di permukaan.

Iklan

“BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing. BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menyampaikan informasi terkini sebagai dasar bagi masyarakat untuk antisipatif,”

kata dia.

Pergerakan asap juga dipengaruhi pola angin di lapisan atmosfer. BMKG mencatat angin pada lapisan 925–500 hPa secara umum didominasi arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–34 knot.

“Selain di sekitar Jawa bagian barat, asap karhutla masih terpantau di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,”

tutur Guswanto.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi lembaga.

Iklan