Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BMKG: Cuaca Kering hingga 24 Oktober, Waspada Karhutla

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, udara kering, dan potensi penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.

Seorang anak melintas di area persawahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026).
Seorang anak melintas di area persawahan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/10/2026). (ANTARA FOTO/Arnas Padda/agr)

Sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan masih mengalami cuaca kering hingga 24 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih ada.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi relatif kering meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan.

“Kondisi ini masih berlangsung seiring dengan rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 17–24 Oktober 2026,”

ujar Faisal dalam keterangan tertulis kepada Owrite.id, Minggu, 18 Oktober 2026.

Sebaliknya, peluang pertumbuhan awan hujan lebih dari 70 persen masih terdapat di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Kondisi tersebut mendukung potensi hujan ringan hingga sedang.

Iklan

“BMKG juga mewaspadai potensi hujan lebat di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Papua Pegunungan,”

kata dia.

Waspada

Faisal juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, udara kering, dan potensi penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.

“Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diminta menghemat dan mengelola sumber daya air secara bijak. Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan,”

ucap Faisal. 

BMKG mengajak pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko kekeringan dan karhutla.

“Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg,”

tutur dia.

Iklan