“Penerima bantuan iuran BPJS kesehatan banyak yang dinonaktifkan (oleh pemerintah) pusat maupun daerah. Jika Kemenkes tidak segera menjadikan kasus ini sebagai KLB, lalu bagaimana nasib masyarakat terdampak?”
ujar dia.
Kualitas
Selain akses layanan kesehatan, Irma menyoroti kondisi udara di sejumlah wilayah yang terdampak asap. Ia menggambarkan perubahan warna langit di Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lain sebagai kondisi yang perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama karena berpotensi mengganggu kegiatan.
“Lihat udara dan langit Kalimantan, Sumatra, dan lain-lain sudah memerah dan kekuningan akibat asap. Bagaimana nasib masyarakat terdampak ISPA, diare, sakit mata dan aktifitas ekonomi yang terhambat?”
ucap Irma.
Seret
Irma menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada dampak kesehatan. Menurutnya, pihak yang terlibat karhutla juga perlu dimintai pertanggungjawaban atas kerugian dan dampak yang dialami masyarakat.
“Harus ada yang bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan dampak karhutla,”
tegas Irma.
Ia mengaku telah menyampaikan persoalan karhutla kepada pemerintah melalui pemerintah daerah dan kementerian. Politisi Nasdem itu melanjutkan kebakaran yang ia sorot bukan semata-mata fenomena alam, melainkan diduga berkaitan dengan tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Saya sudah bicara kepafa pemerintah melalui pemda dan kementerian, Ini bukan fenomena alam. Ini bencana yang dibuat (oleh) oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab!”
tegas dia.
Irma juga menyorot dugaan pembakaran lahan yang kemudian ditanami kelapa sawit.
“Seharusnya ada yang dimintai pertanggungjawaban jika benar (lahan) habis dibakar lalu ditanami sawit,”
kata dia.