Jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah turun tajam dari 485 titik pada 15 Oktober menjadi 26 titik pada 16 Oktober 2026. Meski turun signifikan, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut masih perlu diwaspadai.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan penurunan jumlah titik panas merujuk hasil pemantauan harian pada 16 Oktober.
“Perkembangan ini menunjukkan penurunan jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, meskipun potensi karhutla tetap perlu diwaspadai,”
ujar Andri dalam keterangan yang diterima Owrite.id, Minggu, 18 Oktober.
Belum Lenyap
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia pada 16 Oktober. Kalimantan Tengah mencatat 26 titik, serupa dengan Kalimantan Barat.






