Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo membantah adanya pembatasan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Instagram.
Bantahan itu disampaikan menyusul keluhan sejumlah pengguna media sosial yang menduga jangkauan unggahan terkait kebakaran di Kalimantan dan Sumatera dibatasi.
Kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apapun,”
kata Angga di Jakarta, dikutip Senin, 19 Oktober 2026.
Community Guideline
Ilustrasi Karhutla/Doc. Owrite/Acel
Angga menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas atau community guideline yang digunakan untuk menilai konten yang diunggah pengguna.
Iklan
Menurutnya, penilaian terhadap suatu unggahan dilakukan berdasarkan aturan dan sistem yang berlaku di masing-masing platform.
Di setiap platform itu ada community guideline. Artinya apa? Mereka dengan sistem yang mereka, juga melihat apakah itu konten itu melanggar community guideline mereka atau tidak,”
ujarnya.
Ia juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, termasuk mengenai penanganan karhutla.
Angga pun membantah anggapan bahwa konten yang berisi kritik terhadap pemerintah dibatasi.
Yang jelas kita nggak ada, kita, kita semua terbuka terhadap kritik, kita pun terbuka terhadap ataupun masukan yang ada,”
tuturnya.
Angga kembali menepis dugaan pembatasan konten dan meminta masyarakat menilai informasi secara jernih.
Sampai saat ini nggak ada. Nah, kita buktikan itu bahwa sekarang beredar, ada opini yang beredar bahwa ada pembatasan, ya tidak ada pembatasan, tapi harus juga jernih,”
tekannya.
Minta Hindari Penyebaran Hoax
gambar ilustrasi hoaks (Sumber: mmc.kalteng.go.id)
Selain menanggapi dugaan pembatasan, Angga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti memeriksa informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya verifikasi untuk menghindari penyebaran berita bohong dan misinformasi.
Terutama kita juga kan punya aturan. Kalau misalnya disinformasi, misinformasi, jadi tolong lebih dalam lagi untuk melihat sesuatu. Tugas kita adalah memverifikasi lagi bagaimana apakah berita itu benar atau tidak,”
tuturnya.
Di sisi lain, Angga mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan informasi mengenai situasi karhutla melalui media sosial. Menurutnya, informasi yang benar dapat membantu pemerintah merespons bencana dengan lebih cepat.
Terima kasih kalau berita itu benar, artinya itu membantu juga kepada pemerintah untuk bisa aksi lebih cepat terhadap penanggulangan bencana dan segala macam-macamnya,”
urainya.
Sebelumnya, sejumlah pengguna Instagram mengeluhkan dugaan pembatasan jangkauan unggahan terkait karhutla di Kalimantan dan Sumatera.