Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto berubah menjelang dua tahun pemerintahannya pada 20 Oktober 2026.
Dia berpendapat Prabowo yang awalnya cenderung menggunakan pendekatan komando dan konfrontatif, lambat laun mulai mengedepankan retorika persatuan nasional, rekonsiliasi, serta komunikasi yang lebih inklusif.
“Sebelum menjadi presiden, Prabowo dalam berkomunikasi cenderung meledak-ledak dan konfrontatif. Setelah menjadi presiden, Prabowo lebih mengutamakan retorika persatuan nasional, kejelasan program, dan mulai membangun pendekatan komunikasi dua arah,”
kata Jamiluddin kepada Owrite.id, Senin, 19 Oktober 2026.
Pada awal pemerintahan, Prabowo lebih mengandalkan gaya komunikasi komando yang menekankan ketegasan, arahan langsung, dan orientasi pada pelaksanaan program.






