Komdigi Bantah Batasi Konten Karhutla, Meta Malah Bongkar soal Permintaan Takedown
Komdigi bantah kalau mereka melakukan pembatasan dan pemblokiran akun yang membahas mengenai karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Tapi jawaban dari Meta AI justru beda dengan statement Komdigi.
Netizen ramai-ramai mempertanyakan kembali statement Komdigi yang membantah adanya pembatasan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Hal itu usai Meta AI mengakui adanya permintaan pemblokiran akun dan pembatasan konten dari pemerintah.
Hal ini terjadi setelah beberapa akun Threads mencoba fitur tanya “Meta AI” dengan menanyakan alasan akun yang berkaitan dengan demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah diblokir setelah muncul keluhan sejumlah pengguna media sosial yang menduga jangkauan unggahan mengenai karhutla di Kalimantan dan Sumatera dibatasi.
Padahal Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo membantah dugaan tersebut. Ia menegaskan pemerintah tidak melakukan pembatasan terhadap konten apa pun.
Iklan
Kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apa pun,”
kata Angga dikutip dari Owrite.id pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Angga menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas atau community guidelines untuk menilai unggahan pengguna, dan penilaian konten dilakukan berdasarkan aturan dan sistem yang berlaku di masing-masing platform.
Ia juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, termasuk mengenai penanganan karhutla.
Permintaan Komdigi
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye)
Namun dalam percakapan yang dibagikan akun Thread @Fajarpg1, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terjadi karena Meta menindaklanjuti permintaan hukum dari Komdigi.
Meta AI juga merujuk laporan SAFEnet dan Remotivi yang disebut mencatat 73 tindakan takedown pada April hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 90,4 persen dikaitkan dengan permintaan Komdigi, sementara mayoritas konten yang terdampak disebut berkaitan dengan kritik terhadap program Presiden Prabowo.
Meta AI turut menjelaskan bahwa Instagram dapat menampilkan pemberitahuan bahwa sebuah akun tidak tersedia di Indonesia karena platform mematuhi permintaan hukum dari Komdigi.
Meski begitu, data tersebut mencakup berbagai konten dan tidak secara khusus membatasi unggahan karhutla.
Netizen Ramai Sindir Komdigi
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo. (Sumber: IG @anggarakaprabowo)
Jawaban Meta AI itu langsung memancing reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyindir bantahan Komdigi yang sebelumnya menegaskan tidak ada pembatasan konten.