Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Komdigi Bantah Batasi Konten Karhutla, Meta Malah Bongkar soal Permintaan Takedown

Komdigi bantah kalau mereka melakukan pembatasan dan pemblokiran akun yang membahas mengenai karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Tapi jawaban dari Meta AI justru beda dengan statement Komdigi.

Logo Platform Meta. (Sumber: Unsplash/Julio Lopez)
Logo Platform Meta. (Sumber: Unsplash/Julio Lopez)

Netizen ramai-ramai mempertanyakan kembali statement Komdigi yang membantah adanya pembatasan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Hal itu usai Meta AI mengakui adanya permintaan pemblokiran akun dan pembatasan konten dari pemerintah.

Hal ini terjadi setelah beberapa akun Threads mencoba fitur tanya “Meta AI” dengan menanyakan alasan akun yang berkaitan dengan demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah diblokir setelah muncul keluhan sejumlah pengguna media sosial yang menduga jangkauan unggahan mengenai karhutla di Kalimantan dan Sumatera dibatasi.

Padahal Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo membantah dugaan tersebut. Ia menegaskan pemerintah tidak melakukan pembatasan terhadap konten apa pun.

Iklan

Kalau tadi pertanyaannya ada pembatasan, yang pertama saya tekankan tidak ada pembatasan terhadap konten apa pun,”

kata Angga dikutip dari Owrite.id pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Angga menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas atau community guidelines untuk menilai unggahan pengguna, dan penilaian konten dilakukan berdasarkan aturan dan sistem yang berlaku di masing-masing platform.

Ia juga menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, termasuk mengenai penanganan karhutla.

Permintaan Komdigi

Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026).
Kobaran api membakar lahan di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (18/10/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/kye)

Namun dalam percakapan yang dibagikan akun Thread @Fajarpg1, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terjadi karena Meta menindaklanjuti permintaan hukum dari Komdigi.

Meta AI juga merujuk laporan SAFEnet dan Remotivi yang disebut mencatat 73 tindakan takedown pada April hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 90,4 persen dikaitkan dengan permintaan Komdigi, sementara mayoritas konten yang terdampak disebut berkaitan dengan kritik terhadap program Presiden Prabowo.

Meta AI turut menjelaskan bahwa Instagram dapat menampilkan pemberitahuan bahwa sebuah akun tidak tersedia di Indonesia karena platform mematuhi permintaan hukum dari Komdigi.

Meski begitu, data tersebut mencakup berbagai konten dan tidak secara khusus membatasi unggahan karhutla.

Netizen Ramai Sindir Komdigi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo. (Sumber: IG @anggarakaprabowo)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo. (Sumber: IG @anggarakaprabowo)

Jawaban Meta AI itu langsung memancing reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyindir bantahan Komdigi yang sebelumnya menegaskan tidak ada pembatasan konten.

Pagi-pagi ketawa Komdigi bantah takedown, eh Metanya ngaku,”

tulis akun @kuswardaya.

Akun @om.tinoooo juga menyindir jawaban Meta AI yang dianggap bertolak belakang dengan klarifikasi pemerintah.

Meta ternyata jujur. Gitu aja Kemkomdigi masih ngeles. Kan anjir yaa,”

tulisnya.

Sementara itu, akun @masbewwok melontarkan candaan soal jawaban Meta AI yang dinilai terlalu jujur.

Capek-capek klarifikasi, eh dicepuin sama Mbak Memet. Terima kasih ya Mbak Memet Meta AI sudah jujur kepada kami,”

tulisnya.

Akun @nuraizniago justru ikut bergurau dan menyebut Meta AI seperti orang yang lagi diintrogasi.

Aduh lucu banget lagi baca comments. Meta si jujur kayak diinterogasi netizen. Korek terus ges,”

guraunya.

Adapun akun @1xxymme mengibaratkan Meta AI seperti anak kecil yang akhirnya mengungkap sesuatu setelah terus ditanya.

Meta ini kayak anak kecil ya, disuruh yang gede bohong pas ditanyain keluar semua,”

tulisnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.