“(Perihal) penyebab, kami sudah menyampaikan kepada Pak Kapolri perlu untuk lebih dalam (menggali) investigasi,”
ujar Dudy di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Selain penyelidikan Polri, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turun tangan untuk menginvestigasi secara menyeluruh.
“Mohon untuk dilihat seluruh aspek teknis maupun nonteknis terkait kecelakaan tersebut,”
sambung dia.
Dudy memastikan tidak ada korban jiwa dari kebakaran yang melanda KMP Batumandi, seluruh penumpang maupun awak kapal berhasil dievakuasi.
Api pada Batu
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Yogie Nugraha menyampaikan petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak melaporkan insiden sekitar pukul 16.15 WIB, ketika KMP Batumandi, yang bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB, berada di alur masuk penyeberangan Merak.
Merujuk informasi yang diterima api berasal dari kamar mesin kapal. Petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.
“Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat,”
ujar Yogie.
Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, seperti TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.
Yogie mengaku penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan bakal disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.