Presiden Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan pidato pembuka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/kye)
Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan perjalanan pemerintahannya bersama Kabinet Merah Putih seperti pertandingan sepak bola yang belum memasuki halftime atau babak kedua.
Ia meminta anggota kabinet yang belum mendapat peran besar untuk bersabar karena kesempatan mereka akan datang pada waktunya.
Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker,”
kata Prabowo saat pidato Pengantar Presiden RI pada SKP 2 Tahun Pertama Pemerintahan, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Jangan Berkecil Hati
Suasana Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/kye)
Ia kemudian meminta para pejabat yang merasa belum banyak mendapat kesempatan untuk tidak berkecil hati.
Iklan
Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya Saudara akan kita mainkan,”
ujarnya.
Prabowo menjelaskan, masa pemerintahan lima tahun yang dipimpinnya dapat dianalogikan sebagai pertandingan sepak bola dengan dua babak. Menurut dia, dua setengah tahun pertama merupakan babak pertama pemerintahan.
Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke halftime. Apa itu halftime? Kita belum selesai satu babak kan? Kita ini lima tahun. Jadi dua setengah tahun baru babak pertama,”
ujar Prabowo.
Pembagian Peran dan Evaluasi Kabinet
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (tengah) berbincang dengan Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung) ST Burhanuddin usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz)
Pernyataan tersebut membuka ruang pembahasan mengenai pembagian peran dan evaluasi kinerja anggota Kabinet Merah Putih. Namun, dalam pidato tersebut, Prabowo tidak menyebut nama pejabat yang akan diganti maupun mengumumkan rencana perombakan kabinet.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti kondisi kesehatan jajaran pemerintahan. Ia mengaku prihatin karena sudah ada anggota kabinet yang harus menjalani perawatan di rumah sakit sebelum memasuki babak kedua.
Saya sudah prihatin. Di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai,”
bebernya.
Prabowo kemudian meminta Menteri Kesehatan mengupayakan pemeriksaan kesehatan yang lebih teliti bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan.