Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Wamenkes Ungkap Rencana Bangun dan Revitalisasi 407 Rumah Sakit di Indonesia

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono mengungkap rencana pembangunan dan revitalisasi 407 rumah sakit di Indonesia serta pentingnya pemerataan dokter dan tenaga kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (Foto: OWRITE/Ani Ratnasari)

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun rumah sakit di setiap daerah di Indonesia. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan.

Dante mengatakan dalam rapat kabinet tertutup, Presiden Prabowo menyampaikan rencana pembangunan dan revitalisasi 407 rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Bahkan, dalam rapat kabinet tertutup, Bapak Presiden menyampaikan rencana pembangunan dan revitalisasi 407 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,”

kata Dante di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Dante, pembangunan fasilitas kesehatan harus disertai perencanaan sumber daya manusia kesehatan yang matang, serta perlu memastikan ketersediaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan untuk mendukung operasional rumah sakit.

Iklan

Tantangannya bukan hanya bagaimana mencukupi tenaga medis, tetapi juga bagaimana menyelaraskannya dengan perencanaan yang terarah,”

ujar Dante

Ia menilai, persoalan tenaga medis bukan hanya menyangkut jumlah, tetapi juga kesesuaian antara kebutuhan daerah dan ketersediaan dokter. Karena itu, pemerintah perlu menyusun perencanaan nasional yang terintegrasi.

Dante memaparkan ada empat langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah, yakni menyatukan data nasional tenaga kesehatan, menyesuaikan jumlah lulusan dengan kebutuhan, menempatkan tenaga medis berdasarkan kebutuhan pelayanan, serta melakukan pemantauan dan evaluasi.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung pemerataan dokter dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Iklan