Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Anggota Parlemen Singapura Ancam Putus Internet RI, Komdigi: Jangan Berpikir Kerdil

Meutya Hafid menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu menanggapi pernyataan anggota parlemen Singapura dengan serius.

Ilustrasi Internet. (Sumber: Unsplash/Leon Seibert)
Ilustrasi Internet. (Sumber: Unsplash/Leon Seibert)

Polemik antara Indonesia – Singapura semakin memanas. Baru-baru ini anggota parlemen Singapura yakni Calvin Cheng mengunggah infografis mengenai ketergantungan internet Indonesia terhadap Singapura melalui akun X @calvinelcheng.

Infografis bertajuk Indonesia’s Internet Dependence on Singapore itu memperlihatkan sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia melewati Singapura.

Calvin menyertakan unggahan tersebut dengan pertanyaan singkat.

Iklan

“Cut (Potong) ?”

tulisnya melalui akun X resmi, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.

Klaim Orang Singapura Beradab

Namun, ia menambahkan bahwa Singapura tidak akan melakukan tindakan pemutusan konektivitas tersebut.

“Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini,”

tulis Calvin.

Merespons hal itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu menanggapi pernyataan anggota parlemen Singapura dengan serius.

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,”

kata Meutya dalam keterangan resmi, Rabu, 28 Oktober 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berjalan usai memberikan keterangan pers soal perkembangan implementasi PP Tunas di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berjalan usai memberikan keterangan pers soal perkembangan implementasi PP Tunas di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.)

Menurutnya, jika SKKL terpotong atau dipotong, maka 80 persen kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh.

“Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura,”

ujar Meutya.

Ia pun menekankan untuk tidak berpikir kerdil dan menjaga sektor digital bersama-sama.

“Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.