Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute (TII) Putu Rusta Adijaya mengatakan keterjangkauan produk menstruasi berkaitan erat dengan pemenuhan hak dasar perempuan.
Ketika perempuan kesulitan mendapatkan produk layak, mereka berisiko menggunakan alternatif yang tidak higienis. Persoalan ini dapat menimbulkan konsekuensi lebih luas, terutama bagi perempuan dan anak perempuan dari kelompok ekonomi terbatas.
“Ketika harga produk menstruasi sulit dijangkau, perempuan dan anak perempuan terpaksa memakai alternatif yang tidak higienis, atau absen dari sekolah dan pekerjaan,”
kata Putu dalam keterangan resmi yang diterima Owrite.id, Jumat, 30 Oktober 2026.
Bebas Kendala
Akses terhadap produk menstruasi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan kemampuan membeli barang konsumsi. Ketersediaan produk yang terjangkau turut menentukan apakah perempuan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan akibat menstruasi.






