Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Menkes Berharap Hujan Terus Guyur Wilayah Karhutla, Kasus ISPA Terjun Bebas

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin berharap hujan terus mengguyur wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo memadamkan api yang membakar lahan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Desa Gedong Karya, Muaro Jambi, Jambi, Senin (19/10/2026).
Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo memadamkan api yang membakar lahan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Desa Gedong Karya, Muaro Jambi, Jambi, Senin (19/10/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym.)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap hujan terus mengguyur tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar api, terutama yang membakar lahan gambut, dapat segera padam.

Harapan itu disampaikan seiring membaiknya kualitas udara dan menurunnya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) harian di wilayah terdampak.

Ya mudah-mudahan doain agar ini hujan terus, karena dengan hujan kita bisa menghilangkan kebakaran karena itu kan ada di dalam gambut ya. Jadi perlu memang airnya tuh masuk sampai ke dalam,”

kata Budi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Oktober 2026.

Budi menjelaskan, kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.

Iklan

Karena itu, air hujan perlu meresap hingga ke lapisan dalam gambut agar titik api yang tersembunyi ikut padam.

Menurut dia, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah belakangan ini mulai berdampak pada perbaikan kualitas udara.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah kabupaten/kota terdampak juga menunjukkan penurunan.

Budi menyebut, sebelumnya sekitar 50 dari 81 kabupaten/kota yang dipantau masuk kategori hitam dengan nilai ISPU di atas 300. Kini, jumlah wilayah dengan kondisi tersebut dilaporkan telah berkurang menjadi belasan.

Waktu saya datang ke sana, itu masih sekitar 20, 30-an. Sekarang sudah turun ke angka belasan,”

ujarnya.

Perbaikan kualitas udara tersebut juga diikuti penurunan jumlah kasus ISPA harian. Budi mengatakan, penambahan kasus harian yang sempat mencapai sekitar 15.000 kini turun dibandingkan periode sebelum hujan, ketika angkanya masih berada di kisaran 3.000 kasus per hari.

Kasus itu, itu kan secara kumulatif. Kita lihat yang per harinya. Per harinya, puncaknya tuh sempat di 15.000-an. Kemarin sebelum hujan, itu ke 3.000-an per hari,”

ungkapnya.

Ia kemudian menyampaikan perkembangan terbaru berdasarkan angka yang dilihatnya. Setelah hujan mengguyur wilayah terdampak, jumlah kasus ISPA harian disebut turun menjadi sekitar 1.500 hingga 2.000 kasus.

Sekarang angka yang saya lihat karena sudah hujan, itu turun ke sekitar 1.500 sampai 2.000-an,”

ucapnya.

Budi menegaskan, angka tersebut merupakan jumlah kasus harian, bukan akumulasi seluruh penderita ISPA sejak karhutla terjadi.

Pembedaan ini penting agar penurunan penambahan kasus harian tidak disalahartikan sebagai jumlah kumulatif penderita yang telah tercatat.

Ia berharap kondisi cuaca tetap mendukung hingga kebakaran di wilayah terdampak benar-benar dapat diatasi.

Udah doain, mudah-mudahan bisa selesai,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar