Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Islah Bahrawi Sarankan Gibran Mundur dan Ambil Paket C: Tak Perlu Gengsi

Pemenuhan persyaratan pendidikan tidak perlu dipandang sebagai persoalan harga diri. Contoh saja mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Wakil Presiden Gibran
Wakil Presiden Gibran/Doc. Owrite/Acel

Pengamat sosial dan politik Islah Bahrawi menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri secara sukarela apabila persoalan pemenuhan syarat pendidikan yang dipersoalkan publik tidak dapat diselesaikan.

Ia juga menyarankan Gibran mengambil pendidikan kesetaraan Paket C untuk melengkapi persyaratan pendidikan. Gibran, putra Jokowi, tidak perlu terus-menerus melakukan pembelaan terhadap kritik mengenai latar belakang pendidikannya.

Melengkapi persyaratan pendidikan bukan sesuatu memalukan, termasuk bagi seseorang yang menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.

Iklan

“Mau tidak mau dia harus dimakzulkan atau kalau memang dia tidak mau dipermalukan, seharusnya dia memundurkan diri. Dia memundurkan diri secara sadar, setelah itu dia akan mengambil Paket C, misalnya, seperti banyak sekali pejabat-pejabat yang lain,”

kata Islah kepada Owrite.id, Minggu, 1 November 2026.

Bukan Problem Harga Diri

Ia mencontohkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang pernah mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C. Langkah tersebut dapat menjadi contoh bahwa pemenuhan persyaratan pendidikan tidak perlu dipandang sebagai persoalan harga diri.

“Tidak, tidak perlu malu kalau untuk melengkapi prasyarat dan syarat untuk menjadi seorang pejabat tinggi di negara ini,”

ucap dia.

Islah menilai polemik yang dihadapi Gibran seharusnya dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan persoalan persyaratan pendidikan secara terbuka. Ia juga mengingatkan agar Gibran tidak terus-menerus bersikap defensif terhadap kritik yang berkembang di masyarakat.

“Kalau saya menjadi Gibran, saya tidak akan malu-malu untuk mengambil Paket C, tidak perlu ngotot atau defense juga terhadap serangan-serangan yang menyatakan bahwa dia tidak punya ijazah SMA,”

tutur Islah.

Iklan