Survei KedaiKOPI mencatat 18,5 persen anak muda tidak bangga menjadi warga negara Indonesia, sedangkan 81,5 persen responden menyatakan bangga menjadi warga negara Indonesia.
Peneliti Politik BRIN Lili Romli menilai angka itu tidak bisa dianggap sepele karena generasi muda menjadi tumpuan masa depan bangsa. Dia mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat mencapai cita-cita besar pada 2045 jika sebagian generasi muda belum memiliki kebanggaan terhadap negara sendiri.
“Bagaimana ingin mencapai Indonesia Emas ketika anak muda sebagai tumpuan masa depan Indonesia ini masih ada yang belum bangga,”
kata Lili dalam diskusi publik di Jakarta, dikutip pada Senin, 2 November 2026.
Temuan tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah dan partai politik. Pembangunan nasionalisme tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai warga negara Indonesia, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan.





