Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

18,5 Persen Anak Muda Tak Bangga Jadi WNI: Indonesia Emas Bisa Layu Sebelum Berkembang?

Survei KedaiKOPI mencatat 18,5 persen anak muda tidak bangga menjadi WNI. Peneliti BRIN mempertanyakan kesiapan Indonesia menuju 2045.

Peneliti Politik BRIN Lili Romli dalam diskusi publik di Jakarta, 29 Oktober 2026.
Peneliti Politik BRIN Lili Romli dalam diskusi publik di Jakarta, 29 Oktober 2026. (Owrite.id/Ani Ratnasari)

Survei KedaiKOPI mencatat 18,5 persen anak muda tidak bangga menjadi warga negara Indonesia, sedangkan 81,5 persen responden menyatakan bangga menjadi warga negara Indonesia.

Peneliti Politik BRIN Lili Romli menilai angka itu tidak bisa dianggap sepele karena generasi muda menjadi tumpuan masa depan bangsa. Dia mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat mencapai cita-cita besar pada 2045 jika sebagian generasi muda belum memiliki kebanggaan terhadap negara sendiri.

“Bagaimana ingin mencapai Indonesia Emas ketika anak muda sebagai tumpuan masa depan Indonesia ini masih ada yang belum bangga,”

kata Lili dalam diskusi publik di Jakarta, dikutip pada Senin, 2 November 2026.

Temuan tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah dan partai politik. Pembangunan nasionalisme tidak cukup hanya mengandalkan status sebagai warga negara Indonesia, tetapi perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Iklan

Proyek nasionalisme harus terus-menerus dijalankan,”

ujar dia.

Lili menganggap pemerintah perlu memikirkan cara membangun kebanggaan terhadap Indonesia melalui berbagai instrumen. Persoalan utama yang perlu diperhatikan bukan lagi sekadar keberadaan anak muda di dalam atau luar negeri, melainkan cara membangun keterikatan dan kebanggaan terhadap Indonesia.

Maka, Lili menilai survei tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan fisik, tetapi juga upaya membangun rasa kebangsaan generasi muda.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.