Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Program Cek Kesehatan Gratis Buat Umur Harapan Hidup WNI Naik Jadi 74,68 Tahun

Semakin baik akses masyarakat terhadap layanan kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan berdampak pada penurunan risiko kematian dini.

Ilustrasi, Petugas memeriksa kesehatan warga saat pelayanan cek kesehatan gratis
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/nym

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Umur Harapan Hidup (UHH) tahun 2026 naik menjadi 74,68 tahun. Salah satunya, karena adanya program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud, mengatakan naiknya umur harapan hidup, utamanya karena adanya berbagai program di bidang kesehatan.

“Jadi UHH tahun 2026 ini memang menjadi 74,68 tahun. Ini terutama karena adanya program-program yang di bidang kesehatan, ya semacam program Cek Kesehatan Gratis,”

kata Edy dalam konferensi pers Kamis, 5 November 2026.

Fokus Deteksi Dini

Ekonomi RI Kuartal III-2026 Melesat 5,47 Persen, MBG hingga Belanja ASN Ikut Jadi Pendorong
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta (sumber: Owrite/Anisa Aulia)

Selain itu, naiknya umur harapan hidup karena konsorsium 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pembangunan fasilitas kesehatan yang berfokus pada deteksi dini, penyakit pencegahan stunting dan layanan kesehatan dasar yang lebih merata.

Iklan

Menurut Edy, semakin baik akses masyarakat terhadap layanan kesehatan serta peningkatan kualitas pelayanan akan berdampak terhadap penurunan risiko kematian dini.

Tekan Angka Kematian Bayi

Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2026).
Petugas mengukur lingkar kepala anak balita di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Palu, Sulawesi Tengah, Senin (10/8/2026). ( ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/bar/foc.)

Ia menuturkan, perbaikan layanan kesehatan juga berperan dalam menekan angka kematian bayi dan balita, yang menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan umur harapan hidup penduduk.

Edy mengatakan, penanganan angka kematian bayi dan balita menjadi aspek krusial dalam mendorong peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia.

“Jadi memang faktor yang paling penting ketika kita ingin meningkatkan usia harapan hidup adalah bagaimana kita menangani atau mengurangi angka kematian bayi dan balita. Jadi program-program kesehatan yang terkait dengan penanganan angka kematian bayi dan balita tentu kemudian akan pengaruh besar terhadap usia harapan hidup,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.