Cara Presiden Prabowo Subianto membangun pertentangan dalam pidato-pidatonya semakin terlihat dalam dua tahun pemerintahannya. Kajian Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan skor retorika antagonisme Prabowo meningkat dari 0,99 pada tahun pertama menjadi 1,32 pada tahun kedua.
Temuan ini tertuang dalam kajian Electoral Politics & Public Opinion Studies (EPPOS) PolGov UGM bertajuk Dua Tahun di Podium yang dirilis pada 26 Oktober 2026. Peneliti menganalisis 166 pidato publik Prabowo selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Koordinator EPPOS PolGov UGM Arya Budi menjelaskan antagonisme merupakan bagian penting dari retorika populisme. Konsep ini terlihat ketika seorang pemimpin membagi masyarakat ke dalam dua kubu, yakni kelompok yang dianggap baik dan pihak yang ditempatkan sebagai lawan.







