Kegagalan Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026 tak hanya meninggalkan kekecewaan di kalangan suporter, tapi juga menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana nasib Patrick Kluivert selanjutnya?.
Pelatih asal Belanda itu datang dengan harapan tinggi pada awal 2025, menggantikan Shin Tae-yong, dan sempat membawa angin segar bagi skuad Garuda.
Di bawah arahannya, Indonesia berhasil melaju hingga babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pencapaian yang belum pernah terjadi sejak era 1980-an.
Namun mimpi besar itu kandas setelah Indonesia menelan dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak. Hasil tersebut memastikan langkah Garuda terhenti, sekaligus mengubur harapan tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Kluivert Bungkam Soal Masa Depan
Usai pertandingan melawan Irak, Patrick Kluivert berbicara jujur tentang masa depannya bersama Timnas Indonesia. Ia mengaku belum tahu langkah apa yang akan diambil setelah kegagalan ini.
Belum ada rencana sejauh ini. Saya tentu harus melakukan refleksi terhadap apa yang sudah saya lakukan, tapi saya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujar Kluivert selepas laga.
Meski begitu, kontraknya bersama PSSI sejatinya masih berlaku cukup panjang. Saat pertama kali diperkenalkan, federasi menegaskan bahwa Kluivert dikontrak selama dua tahun, dari 2025 hingga 2027, dengan opsi perpanjangan jika hasil dan performa tim memuaskan.
PSSI resmi menetapkan Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia dengan kontrak dua tahun hingga 2027,” tulis pernyataan resmi PSSI kala itu.
Masa Tenang Sebelum Tantangan Baru
Usai berakhirnya perjuangan di Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia tidak memiliki agenda besar dalam waktu dekat. Ajang besar berikutnya yang akan dihadapi adalah Piala Asia 2027, yang baru akan digelar dua tahun mendatang.
Situasi ini bisa menjadi momen penting bagi Kluivert dan tim pelatih untuk melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus mempersiapkan generasi baru pemain muda yang siap bersaing di level Asia.
Bagi sebagian pendukung, kegagalan kali ini bukanlah akhir, melainkan titik awal pembangunan jangka panjang di bawah pelatih berpengalaman seperti Kluivert. Namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan apakah PSSI akan tetap mempercayakan kursi pelatih kepada eks penyerang
Barcelona tersebut.
Tantangan Bagi PSSI dan Kluivert
Kini bola panas berada di tangan PSSI. Federasi sepak bola Indonesia itu dihadapkan pada pilihan sulit mempertahankan Kluivert untuk proyek jangka panjang atau mencari sosok baru yang dianggap lebih cocok.
Apa pun keputusan akhirnya, satu hal pasti kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 harus menjadi pelajaran berharga agar Timnas Indonesia bisa lebih siap menghadapi kompetisi besar berikutnya.
