Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Olahraga / Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia, Tak Laku di Eropa atau Strategi Besar Ketum PSSI?
Olahraga

Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia, Tak Laku di Eropa atau Strategi Besar Ketum PSSI?

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Februari 5, 2026 11:37 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Mauro Ziljstra resmi berseragam Persija Jakarta
Mauro Ziljstra resmi berseragam Persija Jakarta (Foto: Dokumentasi Persija Jakarta)
SHARE

Fenomena pemain naturalisasi dan pemain abroad Timnas Indonesia yang memilih berkarier di Super League Indonesia terus bertambah.

Daftar isi Konten
  • Pengamat Menilai Penurunan Karier
  • Puji Elkan Baggott dan Marselino Ferdinan
  • Semut Pasti Mencari Gula
  • Target Piala AFF, dan Demi Nama Baik

Kondisi ini memicu perdebatan panjang di kalangan pecinta sepak bola nasional, terutama di media sosial.

Tiga nama terbaru yang meramaikan arus kepulangan ini adalah Shayne Pattynama, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx.

Shayne dan Mauro resmi memperkuat Persija Jakarta, sementara Dion Markx berlabuh ke Persib Bandung.

Mereka menyusul deretan nama yang lebih dulu merumput di kompetisi domestik sejak awal musim 2025/2026, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, dan Jens Raven.

Persija Jakarta baru saja meresmikan Mauro Zijlstra sebagai pemain anyar. Tak berhenti di situ, kabar lain menyebutkan Ivar Jenner hampir pasti bergabung dengan Dewa United.

Isu semakin panas setelah muncul rumor Ragnar Oratmangoen yang disebut-sebut bakal merapat ke Persib Bandung. Jika terealisasi, gelombang pemain naturalisasi di Super League Indonesia akan semakin masif.

Namun, fenomena ini secara otomatis mengurangi jumlah pemain Timnas Indonesia yang berkiprah di kompetisi luar negeri. Situasi tersebut pun memunculkan pro dan kontra di kalangan penggemar.

Pengamat Menilai Penurunan Karier

Terkait hal tersebut, pengamat sepak bola Haris Pardede menilai fenomena ini sebagai salah satu bentuk penurunan karier bagi pemain naturalisasi yang kembali bermain di Tanah Air.

Kalau saya pribadi, sangat menyayangkan. Karena sejak awal, proyek naturalisasi ini tujuannya jelas: memperkuat tim nasional dengan pemain-pemain berbakat yang berkarier di luar negeri, terutama di Eropa,”

ujar pria yang akrab disapa Bung Harpa kepada owrite.id.

Bung Harpa juga menyinggung pernyataan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Sebelumnya, Erick pernah menyampaikan bahwa pemain diaspora sebaiknya tidak bermain di Indonesia terlebih dahulu.

Banyak contoh pemain diaspora yang diharapkan bertahan dan terus menimba ilmu di luar negeri.

Namun kini kondisinya justru berbalik. Erick Thohir menyatakan bahwa kepindahan pemain-pemain tersebut merupakan hak individu dan tidak bisa dilarang.

Faktanya, masih banyak pemain yang memilih bertahan di luar negeri ketimbang pulang ke Indonesia.

Beberapa nama seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Marselino Ferdinan, Jay Idzes, Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Ramadhan Sananta, Elkan Baggott, Ole Romeny, dan lainnya masih terus berjuang menembus skuad utama di klub masing-masing.

Sejauh yang saya lihat, kalau sudah bermain di Liga Indonesia dengan segala hormat itu seperti bermain golf: sudah mencapai par maksimalnya di situ. Sangat sulit untuk kembali bersaing di liga top Eropa seperti Belanda, Prancis, Italia, dan lainnya. Jadi, kalau dibilang penurunan karier? Seratus persen itu penurunan karier,”

tegas Bung Harpa.

Puji Elkan Baggott dan Marselino Ferdinan

Mantan pelatih Persipura Jayapura, Tony Ho menyampaikan pandangan yang cukup tegas terkait keputusan para pemain naturalisasi yang berlabuh ke Super League Indonesia.

Menurutnya, pilihan tersebut bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan cerminan kondisi karier mereka saat ini.

Bagi pemain naturalisasi yang sudah memilih main di Super League, itu menandakan mereka sebenarnya sudah tidak laku lagi di liga-liga Eropa,”

ujar Tony Ho.

Lebih jauh, Tony Ho secara khusus menyoroti dua pemain Timnas Indonesia yang masih bertahan meniti karier di Eropa, yakni Elkan Baggott dan Marselino Ferdinan.

Menurutnya, meski keduanya belum mendapat banyak menit bermain, keputusan untuk tetap berjuang di kompetisi Eropa patut diapresiasi karena menunjukkan mental dan komitmen untuk berkembang.

Saya lebih salut dengan Marselino Ferdinan dan Elkan Baggott. Mereka terus berjuang di Eropa, meskipun peluang menjadi pemain inti sangat berat. Kalau para pemain naturalisasi yang kini bermain di Super League berarti mereka sudah tak laku di Eropa,”

imbuh Tony Ho.

Semut Pasti Mencari Gula

Pandangan senada juga disampaikan mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani. Ia menilai fenomena ini sebagai hal yang perlu dicermati dengan jernih, mengingat esensi naturalisasi adalah memajukan Timnas Indonesia.

Saya ingin mengajak publik melihat sepak bola ini secara lebih jernih. Tujuan kita jelas: sepak bola Indonesia harus maju. Pertanyaannya, mungkinkah pemain mau bermain di liga yang benar-benar buruk? Tentu tidak. Dengan bayaran murah pun juga tidak mungkin,”

ujar Hasani kepada owrite.id.

Meski demikian, Hasani melihat sisi positif dari kepindahan para pemain tersebut. Menurutnya, kini kompetisi Indonesia mulai dilirik oleh pemain-pemain naturalisasi yang sebelumnya berkarier di Eropa. Walaupun mungkin hanya dalam waktu singkat, hal itu tetap menjadi sinyal positif.

Namun, pertanyaan soal kualitas kompetisi domestik masih terus muncul. Tak sedikit yang beranggapan bahwa para pemain datang ke Indonesia karena sudah tidak lagi diminati di Eropa.

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Nilai kontrak yang dahulu mereka dapatkan mungkin memang sudah tidak lagi sama.

Namun hal itu wajar, karena tidak mungkin seorang pemain selalu berada di level tertinggi sepanjang kariernya.

Hasani mencontohkan pemain sekelas Cristiano Ronaldo yang kini bermain di Arab Saudi, begitu pula Karim Benzema.

Kepindahan tersebut bukan karena mereka buruk, melainkan karena faktor usia dan fase performa yang telah melewati puncaknya di Eropa.

Dengan kondisi seperti itu, ketika mereka memilih bermain di Indonesia, saya melihatnya sebagai hal positif. Pertanyaannya sekarang justru: apakah benar liga kita seburuk yang sering kita katakan? Memang masih banyak kekurangan, tapi tidak bisa juga dibilang jelek total,”

kata Hasani.

Saat ini, kompetisi Indonesia mulai menunjukkan geliat. Hal tersebut terlihat dari kiprah Persib Bandung di ajang AFC. Meski tak lagi “menggigit” seperti dulu, penampilannya juga tidak memalukan. Ini menjadi sinyal adanya perkembangan, meskipun belum ideal.

Kalau kita pakai logika sederhana: semut pasti mencari gula. Pemain akan memilih tempat yang memberi keuntungan lebih besar. Bisa jadi bayaran di Indonesia lebih baik dibandingkan yang mereka terima di Eropa, apalagi jika mereka bukan pemain kelas elite yang masih rutin bermain di level tertinggi,”

paparnya.

Target Piala AFF, dan Demi Nama Baik

Banyak pihak menilai eksodus besar-besaran ini merupakan bagian dari misi Erick Thohir untuk memenangkan Piala AFF tahun ini.

Dengan bermain di klub dalam negeri, para pemain dapat membela Timnas Indonesia tanpa terkendala izin dari klub luar negeri.

Sebagaimana diketahui, Piala AFF merupakan turnamen dua tahunan yang digelar oleh AFF untuk negara-negara Asia Tenggara.

Namun turnamen ini tidak masuk kalender FIFA, sehingga izin pemain dari klub luar ASEAN sering kali menjadi kendala.

“Menurut saya, target utamanya sekarang adalah memenangkan AFF dengan segala cara. Supaya namanya tidak terlalu buruk. Minimal dikenang sebagai ketua umum yang membawa Timnas juara AFF untuk pertama kalinya. Piala Asia terlalu berat dan kurang seksi secara politik,”

ujar Bung Harpa.

Hasani pun melihat hal serupa. Dengan status para pemain sebagai pemain domestik, konsolidasi tim nasional menjadi lebih mudah.

Terlebih, PSSI memang memiliki target besar di Piala AFF yang selama ini belum tercapai.

Kalau dengan kondisi sudah berkumpul seperti itu kita masih gagal juga, ya itu persoalan lain lagi,”

pungkas Hasani.

Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi sepak bola nasional. Super League Indonesia kini berada di bawah sorotan: mampukah menjaga kepercayaan pemain-pemain yang pernah besar di Eropa?

Jika tidak dikelola dengan baik, risiko reputasi liga justru bisa menurun, karena pengalaman para pemain tersebut akan menjadi cerita yang menyebar luas di kalangan pesepak bola internasional.

Tag:HeadlineLiga IndonesiaNaturalisasiPemainPenurunan KarierSepak BolaShayne dan MauroSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah Tomat
4
Praperadilan Febrie Dimulai 18 Agustus, Pengacara Klaim Kantongi Sembilan Kejanggalan
By Rika Pangesti
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
5

BERITA LAINNYA

Kiper Timnas Indonesia Nadeo Arga Winata (tengah) menangkap bola saat melawan Timnas Vietnam pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,
Olahraga

Derita 30 Tahun, Timnas Indonesia Masih Gagal Juara Piala AFF: Mimpi Kembali Terkubur

Harapan Timnas Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Piala AFF 2026…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Pelatih Singapura, Gavin Lee
Olahraga

Singapura Lolos Semifinal Piala AFF 2026, Gavin Lee Puji Satu Hal dari Pemainnya

Pelatih Singapura, Gavin Lee, memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan anak asuhnya setelah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Olahraga

Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura

Pertandingan Timnas Indonesia kontra Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Kapten Timnas Indonesia Rizky Ridho. (Foto: IG: Rizky Ridho).
Olahraga

Gagal Lolos ke Semifinal, Rizky Ridho Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Suporter Garuda

Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter setelah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up