Bek naturalisasi Jordi Amat akhirnya buka suara setelah tidak mendapat kesempatan bermain di dua laga terakhir Timnas Indonesia di bawah arahan Patrick Kluivert. Melalui unggahan di Instagram, pemain berusia 33 tahun itu menyinggung keputusan sang pelatih yang kini telah
dipecat oleh PSSI.
Sejak bergabung pada era Shin Tae-yong, Jordi Amat sempat menjadi andalan di lini belakang Garuda. Pengalaman bermain di Premier League bersama Swansea City dan jebolan akademi Espanyol membuatnya disambut sebagai simbol era baru pemain naturalisasi Indonesia.
Namun, posisinya mulai tergeser seiring munculnya pemain muda seperti Jay Idzes, Justin Hubner, dan Rizky Ridho. Keputusan Jordi meninggalkan Eropa dan bergabung dengan klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), serta faktor usia, membuatnya kalah bersaing di tim nasional.
Dicadangkan Kluivert
Pada dua laga krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert tidak memberikan satu menit pun kesempatan bermain kepada Jordi. Ia hanya duduk di bangku cadangan ketika Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak.
Duet Jay Idzes-Kevin Diks serta Idzes Rizky-Ridho menjadi pilihan utama Kluivert. Sayangnya, hasilnya justru buruk Indonesia tersingkir, dan Kluivert akhirnya kehilangan pekerjaannya.
Tak lama setelah kembali ke klub, Jordi membuktikan kualitasnya bersama Persija Jakarta. Dalam laga Liga 1 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025), Jordi ikut mencetak gol dalam kemenangan 3-1 Macan Kemayoran.
Gol tersebut menjadi pembuka kebangkitan Jordi setelah “0 menit main” di Timnas. Usai pertandingan, ia menulis sindiran halus di akun Instagram pribadinya:
Kemenangan hebat! Senang bisa mencetak gol pertama untuk Persija. Kembali dari timnas tanpa menit bermain, tapi tetap percaya. Semangat tim ini luar biasa, ayo terus melaju!”
Unggahan itu sontak menuai reaksi dari para penggemar, yang menilai Jordi masih pantas memperkuat Garuda.
Regenerasi Tak Terhindarkan
Meski tampil solid di klub, Jordi harus menerima kenyataan bahwa regenerasi di Timnas sudah berjalan. Dengan usia 33 tahun, persaingan kini lebih ketat diisi pemain muda seperti Rizky Ridho yang berusia sepuluh tahun lebih muda.
Siapa pun pelatih baru Timnas Indonesia nantinya, posisi bek tengah tampaknya akan jadi ajang pertarungan generasi antara pengalaman Jordi Amat dan energi para talenta muda Garuda.
