Isu mundurnya Iran dari Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi perbincangan hangat di berbagai media olahraga internasional.
Spekulasi ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai kepastian partisipasi Iran dalam turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Ketidakpastian semakin kuat setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, belum dapat memberikan jaminan soal keikutsertaan timnasnya di ajang empat tahunan tersebut.
Tidak mungkin untuk mengatakan secara pasti, tetapi pasti akan ada respons. Hal ini akan dipelajari oleh para pejabat olahraga di tingkat tinggi negara dan akan ada keputusan tentang apa yang akan terjadi,”
kata Mehdi Taj kepada IRIB Channel 3 dilansir Daily Mail.
Namun yang dapat kita katakan sekarang adalah bahwa karena serangan ini dan kekejamannya, jauh dari harapan kita untuk dapat menatap Piala Dunia dengan penuh optimisme,”
ucap Mehdi Taj.
Dengan waktu yang tersisa sekitar 100 hari menuju kick-off, ketidakjelasan ini membuat publik bertanya-tanya mengenai skenario yang mungkin terjadi.
Aturan FIFA Jika Iran Mundur?
Jika Iran resmi mengundurkan diri, maka slot mereka di putaran final Piala Dunia 2026 tidak akan dibiarkan kosong. Berdasarkan regulasi FIFA, ada mekanisme penggantian peserta yang sudah diatur.
Menurut peraturan FIFA, ada ‘alternatif yang dinominasikan, seringkalinya adalah tim runner-up dari babak playoff kualifikasi yang relevan atau tim non-kualifikasi peringkat tertinggi dari konfederasi tersebut,”
tulis Daily Mail.
Artinya, pengganti Iran kemungkinan besar akan diambil dari tim yang hampir lolos melalui jalur play-off atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum mendapatkan tiket.
Irak dan UEA Jadi Kandidat Terkuat
Media Inggris, Daily Mail, juga menyebut beberapa negara yang berpeluang menggantikan Iran.
Irak akan menjadi kandidat terdepan jika mereka gagal lolos melalui final play-off antarbenua bulan ini melawan Bolivia atau Suriname,”
tulis Daily Mail menambahkan.
Jika Irak gagal lolos lewat jalur play-off antarbenua, mereka berpotensi menjadi opsi utama pengganti Iran.
Namun, bila Irak justru berhasil mengamankan tiket secara langsung, maka peluang beralih kepada Uni Emirat Arab, yang sebelumnya kalah dalam laga play-off konfederasi melawan Irak.
Situasi ini menambah dinamika menjelang Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus.
Selain persoalan teknis sepak bola, faktor politik dan keamanan kini ikut memengaruhi komposisi peserta.
Keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas olahraga Iran dan FIFA. Dunia kini menunggu, apakah Iran tetap tampil atau slot tersebut berpindah ke negara lain.

