Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan akan melakukan kunjungan resmi ke Malaysia pada akhir Oktober 2025, di tengah sorotan tajam terhadap Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang tengah menghadapi hukuman berat dari FIFA.
Seperti dilaporkan oleh Metro Malaysia, Infantino akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2025. Menariknya, acara bergengsi tersebut juga disebut akan dihadiri oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Skandal Naturalisasi Bikin Geger
Saat ini, FAM sedang dalam proses banding atas sanksi FIFA terkait dugaan penggunaan dokumen palsu dalam proses naturalisasi tujuh pemain asing.
Kasus ini menyeret nama Facundo Garces, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Hector Hevel, dan Joao Figueiredo.
Akibatnya, FAM dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar), sementara ketujuh pemain tersebut harus menjalani larangan bermain selama 12 bulan serta denda individu sebesar 2.000 franc Swiss.
Meski situasi sepak bola Malaysia sedang panas, kedatangan Gianni Infantino justru disebut akan membawa angin segar bagi pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Selain menghadiri KTT ASEAN, Infantino dijadwalkan turut menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan sepak bola ASEAN, sebuah langkah strategis untuk memperkuat fondasi dan ekosistem olahraga ini di kawasan.
Ia juga akan melakukan kunjungan ke Pusat Latihan Nasional (NTC) Putrajaya untuk meninjau langsung fasilitas modern yang disiapkan sebagai bagian dari visi jangka panjang sepak bola Malaysia.
Tak hanya itu, Infantino akan mengunjungi program “Football for Schools” di Kelana Jaya, yang bertujuan meningkatkan partisipasi pelajar dalam sepak bola melalui pendekatan pendidikan dan komunitas.
Kunjungan Gianni Infantino ini dinilai menjadi momen strategis bagi Malaysia dan negara-negara ASEAN untuk memperkuat hubungan dengan FIFA.
Selain meningkatkan reputasi Malaysia di mata dunia, kunjungan ini juga membuka peluang dukungan infrastruktur, pelatihan pelatih, serta pengembangan program komunitas sepak bola.
