Setelah perpisahan Timnas Indonesia dengan pelatih asal Belanda Patrick Kluivert, publik kini menanti sosok baru yang akan menukangi Garuda di level internasional.
Dua legenda sepak bola nasional, Atep Rizal dan Ismed Sofyan, turut angkat bicara soal kriteria yang seharusnya dimiliki pelatih baru Timnas Indonesia.
Keduanya kompak menilai bahwa karakter kuat dan pemahaman mendalam terhadap kualitas pemain lokal maupun diaspora adalah kunci sukses bagi pelatih berikutnya.
Punya Karakter dan Pahami Kultur Indonesia
Ismed Sofyan menegaskan pentingnya sosok pelatih yang memiliki karakter kuat dan memahami kultur sepak bola Indonesia.
Pelatih itu harus punya karakter. Kita butuh pelatih yang bukan cuma tahu taktik, tapi juga mengerti budaya dan mental pemain Indonesia,” ujar legenda hidup Persija Jakarta itu.
Ismed menambahkan, saat ini sepak bola Indonesia sudah berkembang dengan kehadiran banyak pemain diaspora. Karena itu, pelatih baru harus bisa menyeimbangkan karakter pemain lokal dan luar negeri.
Sekarang pemain kita campuran, ada yang dari luar negeri juga. Jadi pelatihnya harus bisa menyesuaikan, tahu cara memadukan mereka,” tegasnya.
Paham Kualitas Pemain Adalah Kunci
Sementara itu, Atep Rizal, legenda Persib Bandung, menyoroti pentingnya pelatih yang tidak hanya memiliki nama besar, tetapi juga memahami kualitas para pemain yang dimilikinya.
Siapa pun pelatihnya, kalau tidak paham kualitas pemain Indonesia, pasti gagal,” kata Atep.
Atep meyakini pelatih dari Eropa bisa jadi pilihan yang tepat karena umumnya memiliki karakter tegas dan profesionalisme tinggi.
Namun, ia menegaskan bahwa faktor terpenting tetap pada kemampuan memahami karakter pemain dan menjaga keharmonisan tim.
Yang penting bisa jaga suasana ruang ganti dan komunikasi dengan pemain. Kalau itu bisa dilakukan, pasti tim solid,” ujarnya.
Selain itu, Ismed juga menambahkan bahwa pelatih ideal adalah mereka yang mengerti karakter setiap pemain secara individu.
Dengan begitu, ia bisa menentukan strategi dan susunan pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Pelatih harus tahu karakter tiap pemain. Misalnya saya tipe A, Atep tipe B. Jadi kalau lawan tim tertentu, dia tahu harus pakai pemain tipe apa,” jelas Ismed.
Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap setiap individu pemain akan memudahkan pelatih dalam mengeksekusi game plan di lapangan tanpa banyak kesulitan.
Dalam dua tahun terakhir, Indonesia memang sempat dilatih oleh dua sosok dari benua berbeda Shin Tae-yong dari Korea Selatan dan Patrick Kluivert dari Belanda.
Meski keduanya membawa perubahan positif, Timnas Indonesia belum berhasil menembus putaran final Piala Dunia 2026 usai kalah dari Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi keempat
