Permintaan ini dilakukan dengan gerakan isyarat jari memutar di udara (finger swirl) yang harus terlihat jelas oleh ofisial pertandingan.
Sistem ini hanya bisa digunakan untuk empat situasi penting seperti, Validitas gol (gol atau tidak gol), Pemberian atau pembatalan penalti, Pemberian kartu merah langsung, dan Kesalahan identifikasi pemain.
Jika wasit menerima permintaan tersebut, ia akan meninjau ulang tayangan di Referee Review Area (RRA).
Bila hasil peninjauan membuktikan ada kesalahan, keputusan awal dapat diubah.
Mirip Challenge dalam Badminton
Setiap tim diberi dua kesempatan untuk melakukan review request dalam satu pertandingan. Jika permintaan terbukti benar dan keputusan wasit berubah, hak review tidak berkurang.
Namun jika tidak ada perubahan keputusan, satu hak akan otomatis hilang.
Pola ini mirip dengan sistem challenge dalam olahraga badminton — memberi pelatih kontrol lebih besar atas keputusan penting di pertandingan.
FIFA menilai sistem Kartu VAR (FVS) ini sebagai langkah maju dalam menghadirkan keadilan pertandingan dan meningkatkan transparansi di lapangan. Selain itu, sistem ini juga menjadi sarana edukasi bagi pemain muda agar memahami peran teknologi dalam sepak bola modern.