Menurutnya, pemilihan harus melalui diskusi bersama berbagai pihak, termasuk pengurus PSSI dan pemerintah.
Lima nama ini masih perlu kita bahas lagi dengan banyak pihak. Karena belum tentu semua tersedia. Kadang ada yang kita inginkan, tapi dia tidak mau,”
Ketua Umum PSSI.
Erick menjelaskan bahwa sebelumnya PSSI telah mengantongi 10 nama calon pelatih, namun separuhnya kini tersaring menjadi lima.
Ia pun menyadari kemungkinan masih harus mencari nama baru jika kelimanya tidak bisa direalisasikan.
Dari 10, lima tidak bersedia. Sekarang tinggal lima. Kalau lima-limanya juga tidak bisa, ya harus kita cari lagi. Ini memang proses yang tidak instan,”
Erick.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu meminta para pecinta sepak bola Indonesia untuk bersabar menunggu keputusan final.
Erick memastikan proses pemilihan dilakukan dengan hati-hati agar Timnas mendapatkan pelatih terbaik dan sepadan dengan target jangka panjang.
Perlu kesabaran. Tapi tentu tetap ada target waktunya,”
Erick.
Asal Pelatih Masih Dirahasiakan
Ketika ditanya soal asal para kandidat pelatih, apakah dari Amerika Latin, Eropa, atau lokal Indonesia, Erick memilih untuk tidak membocorkan detailnya.
Kalau saya sebut negara atau nama, nanti malah ribet kalau tiba-tiba orangnya menolak. Tapi yang pasti, ada dari 3–4 negara berbeda,”
Erick sambil tersenyum.
Meski enggan membeberkan identitasnya, rumor yang beredar menyebutkan bahwa PSSI tengah membidik pelatih dengan pengalaman di kompetisi top Eropa dan Amerika Selatan, demi meningkatkan kualitas permainan Garuda.