Tapi bagaimana kita dapatkan pelatih yang punya hoki bagus buat sepak bola kita. Dan yang paling penting adalah pelatihnya harus punya KPI yang jelas. Jadi PSSI, kalau sekarang punya lima kandidat, lima-limanya dipanggil saja kemudian fit and proper test,”
ujar Akmal saat ditemui di kantor owrite.id, Rabu (19/11/2025).
Menurut Akmal, yang pantas menjadi pelatih adalah dia yang memiliki visi dan misi dengan PSSI.
Yang pasti, yang kita inginkan pelatih tim nasional harus tinggal di Indonesia. Jangan kaya Patrick Kluivert, abis melatih, pulang ke Belanda. Nanti tiga hari tanding, baru datang lagi bersama rombongan ke Indonesia. Jadi, pelatih tim nasional Indonesia harus tinggal di Indonesia,”
katanya.
Tak hanya itu, harapan Akmal adalah pelatih Timnas Indonesia ke depannya harus membuat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk pemainnya. Kalau perlu ke klub-klub kompetisi, untuk kemudian menyamai visi standar yang diperlukan. Sehingga kemudian, pemain yang dibutuhkan di tim nasional sudah dibentuk di kompetisi.
Ia menegaskan, ada beberapa hal yang mestinya bisa dipenuhi oleh calon pelatih Indonesia. Yang pertama, menggali informasi tentang sepakbola Indonesia. Yang kedua, memahami karakter dan budaya sepak bola tanah air. Yang ketiga, bisa membangun budaya sepakbola baru yang berorientasi pada prestasi.
Saya pikir itu yang menjadi persyaratan, termasuk diantaranya yang nanti ditargetkan. Misalnya juara Piala AFF, empat besar Piala Asia, lolos Piala Dunia. Kalau itu tidak bisa dicapai, kan dengan setahun pertama bisa diganti. Kita tidak harus bayar kompensasi karena sudah tercantum di kontrak,”
paparnya.
Meski demikian, Akmal memprediksi Timur Kapadze memiliki potensi menjadi pelatih Timnas Indonesia selanjutnya.
Karena sudah disebut-sebut akan datang ke Indonesia. Siapapun yang kemudian potensial jadi pelatih, diminta untuk menyampaikan programnya, sekaligus diberikan target-targetnya. Sehingga yang pas menurut saya, dia (Timur Kapadze, red) yang melatih tim nasional,”
tandasnya.