Pengamat sepak bola, Kesit Budi Handoyo, menyoroti gaya kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang dinilai terlalu dominan dan cenderung one man show. Menurutnya, situasi ini bukan hanya tidak sehat bagi organisasi, tetapi juga berpotensi menjadi “bom waktu”.
Dijelaskannya, bahwa dalam struktur PSSI terdapat 15 anggota Komite Eksekutif (Exco) yang termasuk di dalamya ketua umum dan dua wakil ketua umum. Artinya, keputusan organisasi semestinya diambil melalui mekanisme kolektif kolegial, bukan ditentukan oleh satu orang saja. Namun, ia menilai gaya kepemimpinan Erick justru bergerak ke arah minim ruang diskusi.
Enggak bagus lah ya. Kalau terlalu one man show, tidak mendengarkan suara-suara atau masukan-masukan dari Exco lainnya. Saya pikir ini justru akan menjadi bom waktu sebenarnya bagi Pak Erick,”
ujar Kesit kepada owrite baru-baru ini.
Ditegaskannya, hal negatif dari gaya kepemimpinan one man show adalah ketika ada kegalalan di PSSI, bebannya semua akan kepada ketua umum.






