Meski dalam posisi sulit, Timnas Indonesia U-22 ternyata masih memiliki kesempatan lolos ke babak semifinal SEA Games 2025.
Namun peluang itu hanya bisa terwujud jika Garuda Muda memenuhi sejumlah syarat penting, termasuk menang dengan selisih gol tertentu.
Saat ini hanya tersisa satu tiket semifinal bagi tim yang menempati posisi runner up terbaik. Tiga jatah semifinal lain sudah dipastikan menjadi milik Thailand, Vietnam, dan Filipina sebagai juara grup.
Indonesia, Myanmar, dan Malaysia
Tiket semifinal terakhir diperebutkan oleh tiga tim: Indonesia, Myanmar, dan Malaysia. Berikut situasi klasemen sementara Indonesia 0 poin, selisih gol 0-1, Myanmar 0 poin, selisih gol 0-2, terakhir ada Malaysia 3 poin, selisih gol 4-3 (+1)
Indonesia akan berhadapan langsung dengan Myanmar, sedangkan Malaysia hanya bisa menunggu hasil akhir sambil berharap posisi mereka tidak tergeser.
Indonesia Wajib Menang
Timnas Indonesia U-22 lolos jika menang selisih tiga gol. Ini adalah skenario paling realistis. ika Indonesia menang minimal tiga gol, maka selisih gol Garuda Muda menjadi +2, melampaui Malaysia yang saat ini memiliki selisih gol +1. Contoh skor yang membuat Indonesia lolos 3-0, 4-1, 5-2
Indonesia ternyata tetap bisa melaju ke semifinal meskipun hanya menang dua gol, tetapi syaratnya sangat berat produktifitas gol Indonesia harus lebih baik dari Malaysia.
Jika Indonesia menang 5-3, maka total gol Indonesia menjadi 5-4, lebih baik dari Malaysia yang punya catatan 4-3. Situasi serupa berlaku untuk skor 6-4, 7-5, dan seterusnya.
Artinya, Indonesia perlu menang dua gol namun dengan skor besar, sesuatu yang jarang terjadi di level turnamen. Jika Indonesia Menang 2-0 atau 3-1, Garuda Muda Tetap Gagal
Meskipun unggul dua gol, skor 2-0 atau 3-1 tidak akan cukup. Mengapa Karena Indonesia akan punya selisih gol +1, sama dengan Malaysia, tetapi jumlah gol yang dicetak akan kalah jauh dari Malaysia.
Jika Indonesia menang 4-2, maka selisih gol kedua tim sama, yaitu 4-3. Pada kondisi ini, penentuan runner up terbaik akan ditentukan oleh poin kedisiplinan, yaitu jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima. Tim dengan catatan kartu lebih sedikit akan berhak lolos.

