Atlet skateboard Indonesia Basral Graito Hutomo mencetak prestasi gemilang dengan merebut medali emas nomor street putra SEA Games 2025.
Kemenangan ini diraih secara dramatis setelah Basral sukses menuntaskan percobaan single trick terakhir tanpa terjatuh, saat tekanan berada di titik tertinggi.
Final yang digelar di Extreme Sport Park Rajamangala, Bangkok, Minggu,14 Desember 2025 menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Tanah Air.
Basral yang semula bertengger di urutan keempat tampil sebagai peserta terakhir pada sesi single trick. Di tengah sorotan dan tekanan besar, ia justru mampu melesat melewati tiga pesaing di atasnya dan mengunci posisi juara.
Tekanannya besar banget, tapi saya coba santai. Saya pikir nothing to lose saja, dan akhirnya berhasil,”
Basral usai pertandingan.
Dari akumulasi best run dan best single trick, Basral mencatatkan 166,67 poin, unggul atas skateboarder muda Thailand Kirin Petikiree (153,22 poin) dan Thawatchai Siangoueng (152,31 poin).
Dominasi Indonesia di Nomor Street
Skateboarder Indonesia lainnya, Sanggoe Darma Tanjung, harus puas finis di peringkat keempat dengan 145,77 poin.
Ia sempat sukses di percobaan single trick pertama, namun gagal menjaga konsistensi di dua kesempatan berikutnya.
Dari sektor putri, Indonesia juga menambah medali perak melalui Ni Wayan Malana Fairbrother yang mengoleksi 125,42 poin, berada di bawah atlet Thailand Chunkao Udomphen (160,34 poin). Posisi ketiga ditempati Vareeraya Sukasem dengan 111,18 poin.
Saya bangga sekali bisa dapat perak di SEA Games pertama saya. Semua perjuangan selama tujuh bulan pelatnas terbayar,”
Malana.
Profil Singkat Basral Graito Hutomo
Basral Graito Hutomo lahir di Tangerang, 22 Januari 2007. Meski baru berusia 18 tahun, pengalamannya di dunia skateboard sudah terbilang matang.
Ia telah menekuni skateboard sejak kecil dan pernah memperkuat Indonesia di SEA Games 2019 serta Asian Games 2022.
Pada SEA Games 2019 Filipina, Basral yang kala itu baru berusia 12 tahun berhasil meraih medali perak. Sementara di Asian Games 2022, ia finis di posisi keempat.
Basral Dipeluk Ofisial Malaysia
Keberhasilan Basral semakin berkesan dengan momen haru yang viral di media sosial. Usai memastikan emas, Basral tampak menangis di arena sebelum dihampiri rekan tim Indonesia.
Yang menarik perhatian publik, seorang ofisial atau pelatih tim Malaysia tiba-tiba masuk ke arena dan memeluk Basral sebagai bentuk apresiasi.
Aksi tersebut menuai pujian luas karena dianggap mencerminkan sportivitas dan solidaritas antar-atlet.
Basral kemudian digendong rekan-rekannya sambil mengibarkan bendera Merah Putih, merayakan keberhasilan emas yang diraih dengan penuh emosi.

