SEA Games 2025 menghadirkan catatan manis bagi kontingen Indonesia. Tak hanya melampaui target perolehan medali, ajang ini juga menjadi momen bersejarah bagi empat cabang olahraga (cabor), yang akhirnya sukses mempersembahkan emas pertama sepanjang keikutsertaan mereka di pesta olahraga Asia Tenggara.
Empat cabor tersebut adalah futsal, petanque, hoki es, dan kabaddi. Keberhasilan ini turut mendorong Indonesia mencatatkan performa gemilang di klasemen akhir.
Futsal Putra Akhiri Dominasi Thailand
Timnas Futsal Putra Indonesia mencetak sejarah besar dengan merebut medali emas perdana setelah menghajar Thailand dengan skor telak 6-1 pada laga penentuan.
Kemenangan tersebut sekaligus mematahkan dominasi Thailand yang selalu menjadi juara sejak futsal pertama kali dipertandingkan di SEA Games.
Prestasi ini langsung mengukuhkan futsal sebagai salah satu cabor unggulan baru Indonesia.
Sejarah juga tercipta di cabang petanque. Atlet Indonesia Andri Irawan berhasil naik ke podium tertinggi usai menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra.
Keberhasilan Andri membawa pulang emas menjadi pencapaian penting bagi petanque Indonesia yang terus berkembang di level regional.
Hoki Es Putra Tampil Heroik di Final
Tim Hoki Es Putra Indonesia tak mau ketinggalan menorehkan prestasi. Dalam laga final yang berlangsung ketat, Indonesia sukses menundukkan Thailand dengan skor tipis 3-2.
Hasil ini memastikan emas pertama hoki es Indonesia di ajang SEA Games dan menjadi bukti pesatnya perkembangan cabor musim dingin tersebut.
Dari arena kabaddi, Indonesia juga mencatatkan tonggak sejarah melalui nomor women’s three stars. Tim putri Indonesia tampil solid dan memastikan emas perdana bagi cabang olahraga yang masih tergolong baru di Tanah Air.
Indonesia Lampaui Target Medali
Secara keseluruhan, SEA Games 2025 menjadi ajang yang sangat sukses bagi Indonesia. Meski sempat dihadapkan pada pengurangan nomor pertandingan dan potensi emas, Merah Putih tetap mampu menutup kompetisi dengan raihan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Hasil tersebut membawa Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir, jauh melampaui target awal yaitu 80 emas dan posisi tiga besar.
