Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 5 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Olahraga / Dari Jakarta ke Tokyo: Jejak Sejarah PSAI Mengguncang Dunia
Olahraga

Dari Jakarta ke Tokyo: Jejak Sejarah PSAI Mengguncang Dunia

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 21, 2026 9:44 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia
PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional (Foto: Dokumentasi KBRI Tokyo)
SHARE

“Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.” Pepatah ini seakan menjadi gambaran paling tepat untuk perjalanan Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI).

Daftar isi Konten
  • Dibentuk Langsung Berprestasi
  • Sejarah Baru untuk Indonesia
  • Pelepasan Sunyi, Air Mata, dan Minim Perhatian
  • Indonesia Ukir Sejarah Lagi
  • International Challenge Cup 2026 Jepang
  • Pelajaran Tetap Berharga

Di tengah keterbatasan fisik, para atlet sepak bola amputasi membuktikan bahwa mimpi menjadi atlet profesional bukanlah hal yang mustahil.

PSAI atau Indonesia Amputee Football Association (INAF) resmi berdiri di Jakarta pada 3 Maret 2018. Pembentukan organisasi ini ditetapkan melalui musyawarah dan mufakat yang menghasilkan struktur kepengurusan periode pertama.

PSAI hadir sebagai wadah pembinaan atlet Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia, dengan tujuan mencetak prestasi di level regional hingga internasional.

Tak hanya itu, PSAI juga berperan mengembangkan dan mempopulerkan sepak bola amputasi di Tanah Air, sekaligus menjadi organisasi induk bagi klub dan komunitas sepak bola disabilitas fisik (amputasi dan les autres) di seluruh Indonesia.

Dibentuk Langsung Berprestasi

Tak lama setelah PSAI berdiri, Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia resmi dibentuk pada Juni 2018. Tim ini dipersiapkan untuk mengikuti turnamen internasional Pan Disability Football di Malaysia.

Dengan persiapan yang terbilang singkat, Timnas menjalani pemusatan latihan selama empat bulan di Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan RI.

Hasilnya di luar dugaan. Meski minim pengalaman internasional, Timnas Amputasi Indonesia berhasil meraih posisi runner-up.

Tak hanya itu, dua pemain Indonesia juga menyabet penghargaan individu bergengsi sebagai pemain terbaik dan penjaga gawang terbaik turnamen.

Prestasi awal tersebut menjadi titik balik perkembangan sepak bola amputasi nasional. PSAI mulai berkembang pesat dan membuka harapan baru bagi para penyandang disabilitas yang bercita-cita menjadi atlet sepak bola profesional.

Sepak bola amputasi kini bukan sekadar olahraga alternatif, melainkan ruang prestasi dan kebanggaan.

Sejarah Baru untuk Indonesia

Perjalanan Timnas Amputasi Indonesia terus menanjak. Pada Maret 2022, Indonesia tampil di Kualifikasi Piala Dunia Amputasi yang digelar di Bangladesh.

Hasilnya sungguh membanggakan. Indonesia berhasil mengamankan satu tiket Piala Dunia Amputasi, bersama Jepang, sebagai wakil Asia Timur di ajang tertinggi sepak bola amputasi dunia.

Pelepasan Sunyi, Air Mata, dan Minim Perhatian

Di balik prestasi besar tersebut, tersimpan kisah pilu. Saat pelepasan Timnas Amputasi Indonesia menuju Piala Dunia, Rusharmanto Sutomo, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PSAI, tak kuasa menahan air mata.

Bukan karena haru semata, melainkan karena minimnya perhatian terhadap prestasi yang sebenarnya bersejarah.

Di tengah prestasi yang bisa dibilang sejarah sepakbola, pelepasannya itu sepi, di tengah kesunyian,”

kata Sutomo saat itu.

Bahkan teman-teman itu transit di Malaysia minum satu botol air untuk 18 orang pemain, diputar, karena anggarannya sudah tipis benar untuk beli sesuatu, untuk makanan enggak cukup,”

kenang Sutomo.

Dengan serba kekurangan, teman-teman itu membuktikan komitmen mereka untuk bermain sebaik-baiknya. Walaupun kita punya keterbatasan, kita enggak mau kalah dengan teman-teman yang orang bilang dalam kondisi komplit,”

tuturnya.

Indonesia Ukir Sejarah Lagi

Prestasi Timnas Amputasi Indonesia tak berhenti di Piala Dunia. Pada Asian Amputee Football Championship 2025, Indonesia kembali menorehkan sejarah dengan finis sebagai runner up.

Bertanding di Arena Bashundara, Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-6 di laga final. Meski kalah telak, capaian tersebut tetap menjadi pencapaian tertinggi Indonesia di level Asia.

Secara statistik, performa Indonesia sangat impresif. Dari empat pertandingan, Indonesia mencatat tiga kemenangan dan satu kekalahan, mengoleksi sembilan poin.

International Challenge Cup 2026 Jepang

Langkah internasional Indonesia berlanjut pada International Challenge Cup 2026 yang digelar di Tokyo, Jepang.

Keikutsertaan ini menjadi bukti konsistensi Indonesia dalam mengembangkan sepak bola amputasi sekaligus membawa pesan inklusivitas ke panggung global.

Rombongan Timnas tiba di Jepang pada 14 Januari 2026 melalui Terminal 2 Bandara Haneda. Atmosfer optimisme menyelimuti para pemain, pelatih, dan ofisial yang membawa harapan masyarakat Indonesia.

Setibanya di Tokyo, Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia mendapat sambutan dari Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula. Kehadiran KBRI menjadi simbol dukungan negara terhadap perjuangan atlet disabilitas.

KBRI Tokyo mengapresiasi usaha keras yang telah ditunjukkan oleh Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Antusiasme dukungan suporter WNI di Jepang yang hadir langsung di tribun juga menunjukkan rasa hormat atas perjuangan yang ditampilkan para pemain di lapangan. Meskipun hasil belum berpihak, namun semua upaya keras dari pemain dan ofisial menjadi bukti bahwa seluruh pihak telah menujukkan usaha yang maksimal. Semoga di kesempatan berikutnya kita bisa mendapat hasil lebih baik,”

ujar Muhammad Al Aula.

Pelajaran Tetap Berharga

Dalam turnamen tersebut, Indonesia harus menelan tiga kekalahan dari tiga laga yang dijalani. Pelatih Syahrul Ase menilai ajang ini sebagai pelajaran penting untuk evaluasi ke depan.

Stamina para pemain kedepan harus lebih diperbaiki. Selama tiga hari pertandingan ini kita dapat pengalaman dan akan menjadi evaluasi kami kedepan. Terutama untuk persiapan kami di dalam negeri dan dalam mengikuti ajang internasional di masa mendatang. Taktik dan strategi dari ketiga tim lawan banyak sekali yang kami pelajari. Mulai dari cara menyerang dan bertahan, lalu saat mereka melakukan passing serta dalam mengambil keputusan yang cepat di lapangan. Terima kasih atas dukungan dari WNI di Jepang dan KBRI Tokyo,”

ujar Syahrul.

Perjuangan Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya. Dengan tekad, kerja keras, dan komitmen, mimpi untuk berlaga di level dunia dapat terwujud.

Kisah ini mengajarkan bahwa selama ada kemauan, selalu ada jalan—bahkan hingga ke Piala Dunia.

Tag:Amputasi IndonesiaBolaChallenge Cup 2026INAFPSAI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
1
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
2
‘Amunisi’ 9 Kejanggalan: Kubu Febrie Adriansyah Seret Kejagung dan Polri via Praperadilan
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi kuasa hukum Febrie Adriansyah ajukan gugatan praperadilan.
3
Final Piala Presiden Tuai Polemik, Aturan FIFA Istirahat 72 Jam Kembali Disorot
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Persebaya Surabaya Toni Firmansyah (kiri) menendang bola yang diadang pesepak bola Arema FC Roberto Pimenta (kanan) pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali
4
Piala Presiden 2026: Kalah dari Persib, Persija ‘Kehilangan Nyawa’ Tanpa Kehadiran Jakmania
By Hadi Febriansyah
Pemain Persija menghadapi Persib dalam semifinal Piala Presiden 2026, Bali, 4 Agustus 2026.
5

BERITA LAINNYA

Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Xuanh Manh Pham (kedua kiri) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor
Olahraga

Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Timnas Indonesia Dibantai 0-3, Singgung Kualifikasi Piala Dunia

Bek Fortuna Sittard, Justin Hubner, memberikan reaksi setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Pesepak bola Persebaya Surabaya Toni Firmansyah (kiri) menendang bola yang diadang pesepak bola Arema FC Roberto Pimenta (kanan) pada pertandingan semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali
Olahraga

Final Piala Presiden Tuai Polemik, Aturan FIFA Istirahat 72 Jam Kembali Disorot

Jadwal final Piala Presiden 2026 menuai perhatian setelah pelatih Persib Bandung, Igor…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Persib Bandung Lolos ke Final
Olahraga

Persib Lolos ke Final, Igor Tolic Soroti Jadwal Padat: Pemain Belum Penuhi Standar Istirahat FIFA

Persib Bandung langsung mengalihkan fokus pada proses pemulihan kondisi fisik pemain setelah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Pemain Persija menghadapi Persib dalam semifinal Piala Presiden 2026, Bali, 4 Agustus 2026.
Olahraga

Piala Presiden 2026: Kalah dari Persib, Persija ‘Kehilangan Nyawa’ Tanpa Kehadiran Jakmania

Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong mengangap kehadiran suporter berperan penting dalam meningkatkan…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up